oleh

Demonstran Gagal Temui Wali kota Parepare, Kasus Raibnya Uang Negara

-HEADLINE, Parepare-368 Orang Melihat

Demonstran Gagal Temui Wali kota Parepare, Kasus Raibnya Uang Negara

Katasulsel.com, Parepare Puluhan massa melakukan demonstrasi di Kantor Wali Kota Parepare, jalan Jendral Sudirman, Kota Parepare. Kamis, 11 Juli 2019.

Mereka menuntut agar kasus raibnya uang negara miliaran rupiah di Dinas Kesehatan 2018 lalu segera dituntaskan.

“Ada pemerintah yang melaporkan salah satu warganya karena mempublikasikan surat pernyataan yang ditandatangani oleh dr Yamin sama dengan rekan-rekannya. Apakah itu salah kami datang secara langsung sehingga tidak menjadi fitnah di masyarakat luas,” tutur Sappe, koordinator aksi di hadapan massa.

BACA JUGA :   Jasa Raharja Parepare Sosialisasi Santunan Kecelakaan

Demonstran inginkan Wali Kota Parepare turun mendengar langsung apa keluhan masyarakat, namun para demonstran hanya di terima oleh Sekda Parepare, Iwan Asa’ad.

“Wali kota saya minta turun, pak Sekda ingin menyampaikan penjelasan-penjenjelasan, tetapi saya dari perwakilan tidak mau mendengar penjelasan pak sekda karena di beritakan di media online maupun cetak bahwa dr Yamin (tersangka red) menyebutkan bahwa inisiator hilangnya dana Dinkes ada sama “Wali Kota dan Sekda” nya,”beber Sappe saat ditemui.

BACA JUGA :   Pesan Danrem 142/Tatag Untuk Lima Dandim

Para demonstran ingin menerima penjelasan dari Sekda tapi harus didampingi dengan Wali Kota, yang disebutkan dr Yamin bahwa diduga inisiator hilangnya dana Dinkes.

“Saya ingin mendengarkan penjelasan dari Sekda tapi harus didampingi oleh Wali Kotanya, tapi Wali Kota Katanya tidak ada. Ini sudah kedatangan kami ketiga kalinya namun Wali Kota tidak pernah menemui kami,” pungkas Sappe

BACA JUGA :   Jurnalis Online Asal Parepare Sabet Juara I Lomba Presenter Dewasa

Demonstran itu, juga mempertanyakan terkait pemecatan tenaga Honorer di Dinas Kebersihan dan Dinas Perhubungan Parepare.

“Ada juga saudara-saudara kami yang merasa dirinya di dzolimi, yang sudah puluhan tahun mengabdi mereka tak mendapatkan SK karena katanya masih ada unsur politik. Apakah jiwa-jiwa seperti itu jiwa pemimpin ketika masyarakatnya datang untuk mempertanyakan apa yang terjadi di Kota Parepare,” tutupnya. (uky)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *