17 Subsektor Ekonomi Soppeng Meningkat 2021

Ilustrasi produk lokal yang sedang menggeliat
Silakan Share

Katasulsel.com, Soppeng — Masa pandemi tidak menjadikan laju pertumbuhan produk domestik regional bruto di Kabupaten Soppeng untuk berkembang.

Buktinya, produk lokal Kabupaten soppeng di 2021 mengalami pertumbuhan yang baik.

Fakta itu disampaikan Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak di acara penandatanganan pengambilan keputusan terhadap Ranperda Pj pelaksanaan APBD TA 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Soppeng, Jumat, 8 Juli 2022

Menurut Kaswadi, sedikitnya terdapat 17 sub sektor lapangan usaha ekonomi yang mengalami pertumbuhan positif dalam setahun ini

“Ini patut disyukuri, sebab di tengah masih terjadinya Pandemi Covid-19 tahun lalu, produk lokal kita tetap menggelit dan tumbuh,” kata Kaswadi

Adapun 17 sub sektor lapangan usaha yang mengalami pertembuhan di 2021 di Soppeng, yakni Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 12,06 %.

BACA JUGA:  Libatkan Mahasiswa MBKM KPU Sidrap Temui Rektor UMS Rappang

Lapangan Usaha Jasa pendidikan sebesar 10,95 %, lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 10,36 %, lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 4,21 persen.

Kemudian, lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 6,74 persen.
lapangan Usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Limbah Daur Ulang sebesar 6,02 persen.

Lalu, lapangan Usaha Konstruksi sebesar 9,99 persen, lapangan Usaha Real Estate sebesar 4,17 persen, lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 4,14 persen.

Selanjutnya, lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 8,82 persen
lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,61 persen, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 1,11 persen

Lainnya adalah, lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 8,61 persen, lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 12,72 persen.

BACA JUGA:  PLN Unit UP3 Parepare Gelar Pelatihan Sablon dan Batik Print di Soppeng

Kemudian, lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 10,30 persen, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 0,33 persen, dan jasa lainnya sebesar 6,65 %

Kendati demikian, Kaswadi tetap mengakui bahwa pelaksanaan APBD TA 2021, belum sepenuhnya dapat memenuhi semua harapan yang diinginkan oleh masyarakat

“Masih banyak permasalahan permasalahan yang menjadi hambatan dan tantangan pembangunan di daerah kita, sehingga kedepan semua harus lebih giat lagi bekerja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.