Home / HEADLINE / Soppeng

Kamis, 30 November 2017 - 07:58 WIB

Mendagri Cabut Izin Gangguan/HO, Ini Kata Wabup Soppeng

Berita ini 9 kali dibaca

KATASULSEL.COM, SOPPENG —
Mendagri baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 19 Tahun 2017 Tentang Pencabutan Aturan Izin Gangguan/HO.

Wakil Bupati Soppeng Supriansa mengatakan hal itu sah-sah saja, bahkan bagus bagi perkembangan dunia usaha, utamanya pengusaha yang baru berkembang.

“Itukan bagus, Permendagri No 19 Tahun 2017 Tentang Pencabutan Aturan Izin Gangguan/HO oleh pemerintah itu, tentu ada dasar pertimbangannya,” kata Supriansa, di kantor DPRD Soppeng, belum lama ini.

Supriansa melanjutkan, pencabutan izin HO, itu berarti masyarakat diberi kesempatan kepada pengusaha yang baru mau berkembang sehingga dia tidak dibebankan dengan beberapa persyaratan.

Supriansa, misalnya mencontohkan seperti usaha bengkel las “Kalau ada izin HO-nya, maka ada namanya izin gangguan dan harus sepakat semua tetangga-tetangga rumahnya baru bisa,”

“Nah, itukan kasihan kalau begitu modelnya, kalau 2 tetangga 50 tetangga setuju hanya 2 tetangga tidak setuju, kasihan orang tidak melaksanakan,” ujar Supriansa

Itulah, kata dia, mengapa kemudian pemerintah pusat memerintahkan kepada pemerintah daerah untuk mencabut. Ada diajukan untuk di cabut izin HO itu.

Kendati demikian, kata Wabup, pelarangan izin gangguan/HO itu, tidak berlaku sama rata. Contohnya menyangkut aspek lain seperti pemeliharaan ayam ras, soal itu, sebutnya ada ketentuan khusus.

Pertimbangan khususnya, jelas Supriansa, karena tidak bisa juga diikat sebuah semangat masyarakat untuk berusaha di wilayahnya anggaplah kandang ayam misalnya menganggukah itu bunyinya misalnya.

Nah, kata Supriansa lag, makanya kandang ayam itu selain bunyinya juga baunya, nah kalau menganggu apakah harus ditutup misalnya, perlu dipertimbangkan apakah kapasitas ayamnya dikurang supaya tidak menganggu ataukah tempatnya. Itulah yang dicabut oleh pemerintah pusat sebenarnya.

Untuk berusaha burung walet beberapa Daerah lainnya biasa ikut terganggu katanya baginya, nah setelah Permendagri 2017 ini tidak bisa lagi, selama ada IMBnya selama ada kelengkapan berkasnya dalam rangka pendirian bangunan itu ada izin perinsip dan lain sebagainya dikantongi usahanya harus jalan.

Terakhir, soal rumah bernyanyi masuk kategori Tempat Hiburan Malam (THM) dan tentu mekanismenya tersendiri “Kalau ada THM-THM yang menggunakan song yang menganggu masyarakat,” katanya.

Tetapi, meski izin HO telah dicabut, namun Wabup Soppeng ini tetap meminta agar pengusaha tetap mengontrol usahanya.

Karena itu, ke depan, ia juga berharao agar pemerintah dan dewan segera melahirkan keriteria-keriteria tertentu dalam usaha tertentu, bahwa juga terlalu bebas tampa mengabaikan nilai-nilai budaya lokal. (man)

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

Soppeng

Bareng Selfi Soppeng, Ila Wajo Tampil Maksimal

HEADLINE

Akhir Pekan, Perwira Polisi Ini Terjun Melatih Anak-anak Pramuka di Sidrap

Soppeng

Asyik ee…Ada Kue Pipang dan Kacang Langgoseng di Ruangan Wabup Soppeng

HEADLINE

Pembuktian Aan Sidrap di Ajang Indonesian Start Ethnic 2018

HEADLINE

Bupati Soppeng Belum Puas Pengelolaan Arsip di Daerahnya

HEADLINE

DP dan Irman YL Mulai Unjuk Kekuatan, Pengamat: None Ancaman Incumbent

HEADLINE

Waspada! Pohon di Poros Sidrap Rawan Tumbang

HEADLINE

Gubernur NTB ke Soppeng, Ternyata Ada Yang Spesial