Kadis Kesehatan Parepare Bantah Ada Mark up Dana Obat

227

KATASULSEL.COM, PAREPARE — Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Muhammad Yamin menegaskan akan menghadiri pemanggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare.

Mantan Direktur Utama (Dirut) RSUD Andi Makkasau Parepare itu juga membantah adanya dugaan mark up pada anggaran pengadaan obat dan bahan habis pakai di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare pada saat dirinya menjabat 2016 silam.

Kepada wartawan media ini, Yamin mengaku baru menerima surat penggilan dari Kejari Parepare. Karenanya, ia baru akan hadir di Kejaksaan pada Senin, pekan depan. “Pasti saya hadir,” ujar Yamin, Jumat, 9/2/2018.

Soal tudingan dana mark up yang disebutkan senilai Rp2 miliar itu, tegas Yamin, itu bukan mark up. Sebab pada 2016 lalu RSUD Andi Makkasau Parepare, sempat kehabisan 133 item jenis obat sehingga dilakukan antisipasi.

Saat itu, sebut Yamin, kekosongan 133 item obat itu berdampak sistemik sehingga menuai banyak keluhan masyarakat (pasien). “Pasien kala itu terpaksa harus menebus obat hingga keluar apotek rumah sakit,” beber Yamin menjelaskan.

Masih dalam kondisi krisis obat di RSUD A Makkasau Parepare 2016 tersebut, penyedia obat justru menolak memberi tambahan utang sehingga managemen rumah sakit terpaksa menebusnya hingga mencapai angka Rp11 miliar dan itupun baru berhasil dilunasi pada 2017.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Kota Parepare, melayangkan surat panggilan kepada Yamin. Pemanggilan Yamin dalam kapasitas sebagai Dirut RSUD A Makkasau Parepare 2016.

Kejaksaan yang menelisik pemanfaatan dana obat dan bahan habis pakai pada RSUD A Makkasau 2016 itu, mencurigai adanya mark up anggaran yang nilainya mencapai Rp2 miliar.

Kajari Parepare, Reskiana Ramayanti melalui Kasi Pidsus Kejari Parepare, Faizah pihaknya telah melayangkan surat sebanyak dua kali. Kejaksaan mengancam akan mengambil tindakan tegas apabila Yamin mangkir lagi. (uky)