TPI Sambaliung Berau Hanya Target PAD Rp 190 Juta

82

KATASULSEL.COM, TANJUNG REDEB — Tidak maksimalnya pengelolaan yang dilakukan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Sambaliung, Kabupaten Berau sejak tahun 2016 lalu. Membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan setiap tahunya hanya sekitaran Rp190 Juta ditarik melalui restribusi bongkar muat ikan.

Kepala UPTD TPI Sambaliung, Salma menyatakan, awal tahun 2016 lalu TPI sudah tidak lagi ingin difungsikan yang dikarenakan diambil alih oleh Provinsi sesuai aturan Perikanan dan Kelautan terbaru. Namun, didalam perjalanan belum ada kejelasan terkait pengelolaan TPI oleh pihak Provinsi. Daerah memberanikan diri untuk tetap mengoperasikan apa adanya.

“Walau kita operasikan TPI dengan keterbatasan, bersyukur masih saja bisa menyimbang buat PAD dan juga bisa menggajih karyawan yang ada saat ini. Jika kita tidak operasikan, bisa saja banginan serta pelabukan yang ada bisa diisi laba-laba dan lainya karena tidak ada biaya operasional yang kita terima,”terang Salma kemarin dilapangan.

Ditambahkan, dalam sebulan aktifitas bongkar muat ikan di TPI ini sekitar Tiga kali tergantung musim. Yang menjadi perhatian saat ini, sebelumbya UPTD memiliki dana operasional buat melakukan penertiban agar seluruh nelayan bisa bongkar di satu pintu yaitu di TPI saja. Namun, setelah tidak ada kepastian Pemprov bisa segera mengelola. Maka banyak timbul dermaga bongkar muat ikan diluar TPI yang membuat TPI sepi.

“Jika pengelolaan TPI ini bisa maksimal, saya yakin untuk PAD bisa lebih. Memgingat, nelayan kita saat ino terhitung sekitar 300 orang dan tentu saja jika bisa bongkar semua di TPI, maka penghasilan biat daerah bisa lebih besar,”pungkasnya.(junaidi)