Astaga, Banyak Warga Sidrap Jadi Korban Arisan Online “Mama Yona”

219

KATASULSEL.COM, BEKASI – Tak disangka-sangka, ternyata korban penipuan grup media sosial Facebook arisan online ‘Mama Yona’ di Bekasi, bukan hanya warga Bekasi Jawa Barat dan sekitarnya.

Korban arisan online “mama yona” juga banyak dari Sulawesi Selatan (Sulsel), utamanya dari Kabupaten Sidrap.

Para korban penipuan arisan online “mama yona” dari berbagai daerah di tanah air itu, masih terus berdatangan ke Mapolres Metro Bekasi di Jalan Ki Hajar Dewandara 1 Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Para korban yang rata-rata berasal dari luar daerah, utamanya dari Sidrap itu, beramai-ramai melaporkan sang ketua arisan, Desy Chrisna Yulyani Sitanggang, wanita yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana ratusan anggota arisan dengan total nilai mencapai Rp15 miliar.

Mengiming-imingi bisa meraup keuntungan sebesar 50 persen, pelaku memperdayai ratusan korbannya untuk bergabung di Grup Facebook Arisan Mama Yona dan langsung menyetorkan dana ke rekening pelaku. Nominal yang disetor para korban pun beragam, mulai belasan hingga ratusan juta rupiah.

“Ada 600 korban yang berasal hampir dari seluruh kota: Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, dan Bojonegoro. Ada juga dari Cengkareng, Cililitan, Jakarta Timur, Sidrap, dan masih banyak lagi. Mereka akan mendatangi Mapolres Metro Bekasi pagi ini,” kata kuasa hukum para korban, Manotar Tampubolon, yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot, di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (13/2/2018).

Seorang korban dari wilayah Cengkareng, Kenny (30), mengungkapkan elah menyetorkan uang sebesar Rp6 juta ke rekening pelaku. Modusnya, setiap uang Rp1 juta yang disetorkan bakal dikembalikan sebesar Rp1,5 juta.

“Saya tahu arisan online ini dari teman. Jadi, kita pemilik uang sama seperti investor yang memberikan uang kepada pelaku. Nah, pelaku ini iming-imingkan per 10 hari akan bertambah 50 persen. Tapi, setiap ditagih alasannya selalu limit ATM-nya enggak mencukupi,” paparnya.

Sementara Kepala Unit Harta dan Benda (Harda) Polres Metro Bekasi AKP Tri Subagja mengatakan, dikarenakan banyaknya korban dari luar daerah yang datang melapor, pihaknya pun berencana melimpahkan kasus ke Mabes Polri.

“Untuk sementara korban yang melapor berasal dari luar daerah, belum ada yang dari Bekasi. Hanya TKP (tempat kejadian perkara) di Cikarang Utara,” ujarnya.

Sampai sekarang pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Sementara pelaku sudah dimintai keterangan oleh petugas Unit Harda Polres Metro Bekasi.(jay)