Kodim Sidrap Kawal Pemenuhan Stok Pangan Nasional

208

KATASULSEL.COM, SIDRAP — Jajaran Kodim 1420/Sidrap, Sulsel, terus mengawal kebijakan pemerintah dalam hal pemenuhan stok pangan nasional.

Di Sidrap, Kodim 1420 membantu pemerintah, dalam hal ini Bulog dalam memenuhi target pengadaan berasnya sebanyak 78 ribu ton.

Untuk mengoptimalkan capaian kebijakan pemerintah itu, Kodim 1420/Sidrap mengajak seluruh petani maupun pengusaha beras, sama-sama membantu Bulog.

“Percaya deh, pemerintah dan juga Bulog tidak akan merugikan petani. Justru dengan kebijakan pemenuhan stok beras itu, nantinya akan mensejahterakan petani,” ujar Dandim Eko, Senin, 26/2/2018

Ditanya soal aksi sweeping anggota Kodim 1420/Sidrap terhadap truk-truk pengangkut gabah di wilayah Sidrap akhir-akhir ini? Eko tak menampiknya.

Eko menjelaskan bahwa tindakan sweeping yang dilakukan Kodim 1420/Sidrap itu, sebenarnya hanya mengajak para pengusaha agar sama-sama mendukung kebijakan pemerintah memenuhi stok pangan di Bulog.

“Sama sekali tidak ada niat merugikan petani maupun pengusaha. Silakan saja jual berasnya ke luar daerah, asalkan komitmen bersama membantu pemerintah sudah terpenuhi,” katanya.

Akibat kurangnya perhatian membantu Bulog, beber Eko, sudah dua pekan panen baru ada 1 persen atau sekitar 400 ton dari target 78 ribu ton yang masuk ke Bulog.

“Itukan miris melihatnya. Bayangkan saja jika stok pangan kita secara nasional tidak terpenuhi, itu bisa saja terjadi impor beras secara besar-besaran. Jika itu terjadi maka harga gabah dan juga beras pasti akan murah,” kata Eko.

Terkait kebijakan itu, papar Eko lagi, TNI dan Pemerintah sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dalam hal pencapaian target pengadaan beras di Bulog secara nasional.

“Jadi, kita di Kodim Sidrap ini sebenarnya mengawal saja, kita kawal kebijakan pemerintah untuk kepentingan nasional,” kata Eko.

Kasub Divre Bulog, Akbar Said. Menurutnya, Bulog Sidrap menegaskan, pihaknya tidak akan merugikan petani dengan dasar harga pembeliannya.

“Buktinya, Bulog Sidrap beli gabah petani di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kalau HPP hanya Rp7.300/Kg, maka Bulog Sidrap beli gabah petani jauh diatasnya yakni Rp8.760/Kg,” ujarnya. (yas)