Didera Kemiskinan, Warga Soppeng Ini Butuh Uluran Tangan

617

KATASULSEL.COM, SOPPENG — Ambo Asse (31) sejak lahir hingga sekarang masih tinggal di Lingkungan Lajarella, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

Pria ini cacat di kaki sebelah kiri dan tangan sebelah kanan. Dia miliki anak semata wayang bernama Putra (5) yang ditinggal cerai ibunya Lina.

Selain anaknya, Ambo Asse juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan hidup saudaranya Ibeda (40) yang tinggal bersamanya.

Ambo Masse dari keluarga miskin ini tinggal bertiga di rumah kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Meraka tidak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan fisik.

Untuk makan, Ia hanya membutuhkan uluran tangan dari tetangga. Bahkan rumah yang ditempati sekarang sudah rapuh dimakan usia dan memprihatinkan.

Atap sengnya sudah banyak yang bocor. Begitujuga dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu kini mulai rapuk.

Tak hanya itu, apabila hujan dimalam hari, Ambo Asse dan keluarganya pindah tempat tidur mencari yang tidak terkena air hujan.

“Yah, saat hujan turun kami berpindah pindah tidur atau mencari baskon untuk menadah air supaya tidak merembes ke lantai kami,” kata Ambo Asse.

Sementara, pekerjaan Ambo Asse tak menentu hanya ikut-ikutan sama orang. Kadang-kadang jadi tukang batu, ataupun membantu nelayan mencari ikan di danau.

“Semua saya kerjakan yang penting itu halal dan bisa memberi makan keluarga seperti jadi tukang batu ataupun bantu nelayan pergi cari ikan,” ucapnya.

Lurah Limpoajang, A Wawo yang dihubungi mengungkapkan bahwa kehidupan keluarga Ambo Masse dia tahu.

Menurutnya, pemerintah sudah membantu keluarganya baik Beras Sejahtera (Rastra), BPJS gratis dan pernah diberi bantuan WC dari Dinas PU/PR Tahun Anggaran 2017 lalu.

“Kami juga sudah melaporkan ke Dinas terkait untuk bantuan bedah rumah karena rumahnya Ambo Masse sudah memprihatingkan,” tandasnya. (man)