Walk out Saat Pembahasan BPJS Gratis, Warga Kecam Koalisi Demokrat-Gerindra

1451

KATASULSEL.COM, SIDRAP — Aksi walk out atau keluar dari ruang rapat oleh legislator Demokrat dan Gerindra Sidrap saat sidang pembahasan izin prinsip BPJS gratis untuk masyarakat Sidrap di DPRD Sidrap, Senin (2/5//2018) dinilai sebuah aksi yang mencederai hak hak rakyat Sidrap.

“Terus terang kami kecewa dengan penolakan BPJS Gratis di Sidrap. Kami ini sangat membutuhkan BPJS dalam berobat. Kami setuju jika pemkab Sidrap terapkan BPJS gratis,” ujar Husni, ibu rumah tangga di Watang Pulu, Sidrap, Selasa (3/4/2018).

Saat ini ada memang, lanjut Husni, ada namanya kesehatan gratis, tapi kesehatan gratis hanya berlaku di Sidrap, tidak bisa berlaku jika dilakukan rujukan ke rumah sakit di luar Sidrap.

“Makanya kami sangat kecewa dengan aksi walkout anggota dewan yang terhormat dari Gerindra dan Demokrat,” ujar Husni.

Hal yang sama juga dikatakan, Abdul Rahman, warga Allakuang. Menurutnya BPJS gratis sangat membantu warga Sidrap. “Jangan dihalang halangi Pak. Biarkan pemerintah gratiskan BPJS untuk rakyatnya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, BPJS gratis akan diterapkan di Sidrap. Ini merupakan kebijakn dari road map UHC (Universal Health Coverage) dari kebijakan pemerintah pusat. “Karena Bupati Sidrap H Rusdi Masse peduli, makanya ada usulan agar BPJS gratis dilakukan di Sidrap. Kabupaten lain di Indonesia telah memberlakukan itu,” jelas Ketua DPRD Sidrap Zulkifli Zain.

Lalu, apa alasan koalisi Fraksi Gerindra dan Demokrat Walk Out (WO) atau keluar saat pembahasan usulan Pemkab Sidrap terkait izin prinsip program BPJS gratis, Senin, 2 April 2018 di Kantor DPRD Sidrap itu?

Ketua Fraksi Demokrat, Sudarmin pembahasan program itu digelar mendadak. Belum lagi kata dia saat ini momentum politik dimana sebentar lagi masyarakat Sidrap akan memilih pemimpin baru.

“Kami dari Demokrat dan Gerindra memang sepakat walk out. Kami tak ingin terlibat dengan pembahasan itu jelang Pilkada,” ujar ujar ketua Fraksi Demokrat itu.(pye)