Jelang Ramadhan, Bulog Sidrap Dorong Stabilitas Pangan

130

KATASULSEL.COM, SIDRAP — Bulog Sub Divisi Regional Sidrap, menggencarkan gerakan stabilisasi harga pangan ke sejumlah pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK)

Gerakan stabilisasi harga pangan yang dikomandoi oleh Kepala Sub Divisi Regional Sidrap, Siti Mardati Zain itu, bertujuan untuk menekan potensi gejolak harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriah.

Dalam keterangan Persnya di hadapan sejumlah awak media di kantornya, Rabu, 25/4/2018, Mardati mengklaim stok beras dan komoditi lainnya, mencukupi bahkan lebih untuk melayani kebutuhan masyarakat

“Dari sisi kesiapan stok berbagai komoditi, seperti beras, gula, bawang (Bawang merah dan putih), minyak goreng, dan terigu, kami sangat siap,” ujar Mardati

Mardati menjelaskan gerakan stabilisasi harga pangan itu, sekaligus untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok di pasar setempat dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu takut lagi apabila menjelang Ramadhan dan Idul Fitri nanti sewaktu-waktu terjadi gejolak harga

Agar komoditi-komoditi itu tersampaikan ke masyarakat dengan mudah, maka Bulog Sub Divisi Regional Sidrap, kata dia, mendistribusikan langsung ke pasar-pasar serta melalui Rumah Pangan Kita, termasuk dilakukan secara mobile

“Sekali lagi saya ingin sampaikan bahwa gerakan stabilisasi pangan ini, sebenarnya bukan baru akan dilaksanakan jelang Ramadhan ini, namun gerakan ini sudah kita mulai sejak beberapa bulan lalu,” klaimnya seraya menunjuk salah satu stand pelayanan Rumah Pangan Kita yang terletak di depan Kantornya, sesaat lalu

Sejauh ini, lanjutnya, kekuatan stok beras Bulog Sub Divisi Regional Sidrap masih tersedia sebanyak 17 ribu ton. Stok beras yang ready di beberapa gudang penyimpanan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sidrap hingga 68 bulan atau sekitar 5 tahun ke depan

Stok beras tersebut, sambungnya, belum termasuk realisasi pengadaan beras selama 2018 yang hingga kini pencapaiannya telah menembus angka 24 ribu ton, “Kebetulan target kita tahun ini 78 ribu ton,” ujarnya.

Lantas, bagaimana dengan persediaan komoditas lainnya? Untuk komoditi seperti gula pasir, terangnya, saat ini sudah ready di gudang sebanyak 500 ton, minyak goreng 19 ton, dan terigu 3,5 ton.(pye)