OPINI ; Pendidikan Anak Usia Dini Sebagai Akar Pendidikan

257

Oleh : Yuliana Nasrullah, S.Pd
[Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta Prodi PAUD]

PENDIDIKAN merupakan suatu proses untuk mengubah tingkah laku dan kemampuan seseorang menuju kearah kemajuan dan peningkatan. Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk menunjang pendidikan yang berkualitas maka diperlukan pemahaman dan pengetahuan tentang awal atau pondasi dari pendidikan itu sendiri maka timbul pemikiran bahwa apa yang menjadi akar dari pendidikan?

Akar dari pendidikan itu sendiri dimulai dari pendidikan Anak usia dini. Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat, karena proses perkembangan manusia secara utuh telah dimulai sejak janin dalam kandungan ibunya dan memasuki usia emas (the golden age) sampai usia enam tahun. Usia 0-6 tahun, merupakan masa peka bagi anak sehingga para ahli menyebutnya The Golden Age karena perkembangan kecerdasannya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, psikis, social, moral, spiritual maupun emosional. Anak usia dini merupakan masa yang paling tepat untuk membentuk fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman selajutnya. Oleh karena itu memahami anak usia dini merupakan sesuatu yang sangat penting bagi para orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari pendidikan seumur hidup, karena pendidikan anak usia dini dapat dijadikan sebagai cerminan untuk melihat keberhasilan anak dimasa mendatang. Akan tatapi yang menjadi kendala dan masalah dari pendidikan anak usia dini adalah kurang tepatnya penerapan dan pembinaan dalam mengembangkan segala aspek yang berhubungan dengan tingkat pencapaian anak. Itu dapat dilihat dari peran orang tua waktu sedang medidik anak-anaknya dan tidak memperhatikan proses perkembangan anaknya akan tetapi yang diinginkan dari orang tua yaitu hasil yang didapatkan oleh anak. Contoh kecilnya yang sering terjadi yaitu anak-anak yang masih berusia 4-6 tahun atau yang sudah memasuki pendidikan formal ditaman kanak-kanak itu di tuntut harus pintar Calistung (membaca, menulis dan menghitung) padahal itu keliru. Karena pada masa usia tersebut yang harus di tanamkan pada anak adalah bagaimana kita mampu untuk menstimulus anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Ema Pratiwi pada tahun 2015 dengan judul Pembelajaran Calistung bagi Anak Usia Dini Antara manfaat Akademik dan Resiko Menghambat Kecerdasan Mental Anak, yang hasilnya menyatakan bahwa pemberian pembelajaran calistung pada anak usia dini berpengaruh negatif pada perkembangan mentalnya. Peneliti meyakini bahwa pemberian calistung pada anak usia dini tidak hanya berpengaruh pada mental saja, namun juga pada perkembangan kognitifnya.

Melihat kondisi tersebut yang diperlukan adalah bagaimana sorang guru dan orang tua harus bekerja sama dalam mewujudkan pembelajaran yang nyaman. Salah satu konsep dari teori Piage yaitu pola pembelajaran yang sesuai dengan anak usia dini adalah permainan bermain peran yang memungkinkan anak untuk menyalurkan imajinasi tingginya sesuai dengan ciri-ciri perkambangan kognitif pra-operasional yang imaginative seperti bermain bentuk-bentuk buah dan peralatan memasak sehingga dengan menggunakan fungsi-fungsi simbol tersebut anak dapat mengenal kosa kata baru. Itulah salah satu gambaran dalam memberikan stimulasi terhadap perkembangan anak usia dini. Akan tetapi kita sebagai orang tua ataupun guru perlu mengetahui segala aspek-aspek perkembangan anak yaitu mulai dari aspek perkembangan fisik motorik, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan social emosi, perkembangan moral spiritual dan perkembangan seni agar kita mampu menerapkan pendidikan dengan tepat

Jadi pada hakikatnya Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling rendah tingkatannya, tetapi memiliki makna yang paling tinggi diantara satuan-satuan pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa keberhasilan seseorang dalam menempuh pendidikan dasar, menengah, dan tinggi sangat ditentukan dari proses pendidikan anak usia dini. Paud merupakan upaya strategis untuk mempersiapkan generasi bangsa yang berkualitas, dalam rangka memasuki era milenial yang penuh tantangan. Jika akar pendidikan itu lemah maka buah dari pendidikan juga ikut gagal maka harapan kita adalah mewujudkan pendidikan Anak Usia Dini secara merata dan perlu dukungan dari segala pihak termasuk pemerintah. Aristoteles berpendapat bahwa pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. Itu berarti pendidIkan bagi Anak Usia Dini memang sangat sulit untuk diterapkan akan tetapi ketika kita memiliki konsep dan pemahaman yang baik terhadap penerapan pendidikan anak usia dini maka akan mewujudkan generasi yang berkarkater.(*)