Opini WTP, ‘Kado’ Terakhir Aslam Untuk Pinrang

76

KATASULSEL.COM, MAKASSAR — Bupati Pinrang Aslam Patonangi menjadi orang yang diburu-buru wartawan sesaat menerima penghargaan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di aula Kantor BPK RI perwakilan Sulsel, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Kamis, 2 Mei

Betapa tidak, daerah yang dipimpin Aslam kembali berhasil mempertahankan predikat opini tertinggi terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017 dari BPK RI perwakilan Makassar tersebut. 

Opini WTP tersebut, merupakan yang ke enam kalinya. Dan hal itu tidaklah mudah, menyusun neraca dan LKPD dari cash basis menuju sistem aktual tersebut sekaligus menjadi ‘kado’ istimewa Aslam untuk masyarakat Pinrang.

Bupati Pinrang dua periode yang tak lama lagi akan mengakhiri kepemimpinannya itu menilai, apresiasi dari BPK tersebut menandakan tata kelola keuangan serta penatausahaan barang aset pemerintah daerah

Dia meminta pemerintah tidak cepat berpuas diri atas laporan hasil pemeriksaan BPK tersebut. Aslam menginginkan agar seluruh tradisi akuntabilitas dan pengelolaan keuangan negara itu semakin terjaga. Mengingat, APBD merupakan instrumen kebijakan pembangunan yang sangat penting bagi daerah

“Reputasi dan kredibilitas harus dijaga, dan yang penting bahwa pelaksanaan APBD kita benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat dalam mencapai tujuan pemerintah daerah,” ujar Aslam

Sementara itu, Kepala Perwakilan (BPK) Provinsi Sulsel Widiyatmantoro mengatakan, pemeriksaan atas laporan keuangan itu bertujuan untuk memberikan opini atas LKPD.

Opini yang dimaksud adalah pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran atas laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria.

“Keempat kriteria itu adalah kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perundang-undangan, dan efektifitas sistem pengendalian intern,” kata Widi.(ham)