PGRI Sidrap Genjot Kapasitas Guru di Bidang ICT Lewat Skype-a-Thon

125
Ketua PGRI Cabang Sidrap, Drs Muslimin MPd

KATASULSEL.COM, SIDRAP — Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK atau Information and Communication Technologies / ICT, penting bagi kalangan pendidik atau guru

Nah, dalam rangka menyambut tren pendidikan global di era digital itu, kalangan guru, bahkan staf dan siswa-siswi sekalipun dituntut untuk lebih memahami ilmu TIK tersebut.

Menjembatani upaya peningkatan kapasitas ICT utamanya di kalangan pendidik di Kabupaten Sidrap, maka pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sidrap akan melaksanakan pendidikan latihan Skype-A-Thon.

Rencananya, pendidikan pelatihan Skype-A-Thon yang akan berlangsung di Aula SMPN 2 Pangsid, besok, Jumat, 4 Mei itu, akan diikuti sedikitnya 60 peserta. Para pesarta terdiri dari utusan PGRI Cabang dari 11 kecamatan sebanyak 33 orang, duta PGRI SMA-SMK 16 oranh serta utusan TK PGRI 16 orang.

Ketua PGRI Cabang Sidrap, Muslimin, menegaskan, kegiatan ‘Skype-a-thon live from Toronto Canada’ itu, merupakan program dari Microsoft Indonesia Divisi Pendidikan.

Muslimin menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pentingnya teknologi dalam dunia pendidikan sehingga bisa mewadahi kebutuhan tenaga pendidik dan siswa. Seperti halnya teknologi dari Microsoft yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar seperti Skype, OneNote, dan Office 365.

Menurut dia, pembelajaran abad 21 berfokus untuk mengembangkan kemampuan anak dalam hal komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan komputasi. Demikian pula  melatih pola berpikir kritis, logis, kreatif, dan terstruktur dalam membentuk karakter-karakter anak yang dapat bersaing di masa depan dan mampu beradaptasi dengan baik di era digital.

“Dunia pendidikan pada saat ini dituntut untuk ‘melek’ teknologi dan memberikan pengajaran terhadap akses komputer dan teknologi kepada para siswi sejak dini,” ujar Muslimin yang juga Kepala SMPN 1 Pangsit Sidrap itu, Rabu, 3 Mei

Masih menurut Muslimin, teknologi ini mampu menghubungkan ruang kelas dari berbagai lokasi sehingga mendorong terjadinya proses belajar mengajar tanpa batasan ruang dan waktu. Ia pun memaparkan, nantinya, peserta akan antusias mengikuti kegiatam itu karena lewat Skype-a-thon mereka belajar banyak tentang macam-macam materi yang disampaikan guru Indonesia yang sedang mengikuti kegiatan langsung dari Educator Exchange di Canada.

Terakhir, mantan Kepala SMPN 1 Tellu Limpoe itu menegaskan, kegiatan pendidikan pelatihan Skype A Thon merupakan rangkaian kegiatan serentak secara nasional di pengurus besar PGRI dan di 25 kabupaten/kota pada 4 Mei 2018. (yas)