Kodim-Pemkab Sidrap Breakdown Rencana Kegiatan TMMD ke-102

133
Kodim-Pemkab Sidrap mem-breakdown rencana pelaksanaan kegiatan TMMD itu dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama di Kantor SKPD Pemkab Sidrap, Jumat, 4 Mei.

KATASULSEL.COM, SIDRAP — Jajaran Kodim 1420/Sidrap intens mendiskusikan rencana kegiatan TMMD ke 102 yang akan digelar di Sidrap.

Terbaru, Kodim-Pemkab Sidrap mem-breakdown rencana pelaksanaan kegiatan TMMD itu dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama di Kantor SKPD Pemkab Sidrap, Jumat, 4 Mei.

Rakor yang dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 1420/Sidrap, Letkol Inf Eko Paskah HN, Pasiter Dim 1420/Sidrap, Kapten Inf Amir Sabana Bupati diwakili Asisten I, Amir A Wali, serta sejumlah kepala SKPD itu membahas kesiapan pelaksanaan TMMD ke 102 di Sidrap

Bupati dalam kesempatan itu menekankan pentingnya koordinasi dalam mendukung dan memaksimalkan pelaksanaan TMMD tersebut.

“Rakor ini penting sekali karena semua kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya adalah yang terpadu dimana keterpaduannya antara Pemerintah Daerah dalam hal ini SKPD dengan Kodim 1420 Sidrap,” ujar Amir

Sementara itu, Dandim 1420/Sidrap Letkol Eko menjelaskan bahwa TMMD itu merupakan penjabaran dari kerjasama antara Kementrian Dalam Negeri (Kemdagri) dengan TNI. Kegiatan TMMD itu klaim Letkol Eko, sudah yang ke-102 kalinya dilaksanakan.

“Dalam satu tahun dulu kita melaksanakan dua kali dalam setahun, namun sekarang TMMD dilaksanakan tiga kali dalam setahun atas permintaan Kemendagri RI dan ini harus didukung oleh Pemerintah Daerah sehingga perlunya diadakan koordinasi untuk menyinkronkan kegiatan ini.” ujar Dandim.

Lanjut Dandim, ada beberapa kegiatan yang dipilih baik itu fisik maupun non fisik dalam kegiagan TMMD di Sidrap. “Kemarin kami sudah secara button-up memilih sasaran secara strategis yang kira-kira dapat membantu Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah.” tuturnya.

Untuk TMMD kali ini, sambungnya, akan berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Bukkere untuk pembangunan pelebaran jalan sepanjang 5600 meter.

Lokasi lainnya, pengairan di Desa Botto sepanjang 400 meter, “Yang itu sangat potensial sekali karena dengan adaya pembangunan itu bisa mengairi kurang lebih 100 hektar persawahan,” ujar Dandim.(yas)