Banjir Soppeng, Sawah dan Permukiman Terendam

1339

KATASULSEL.COM,SOPPENG — Hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Sulsel, akhir-akhir ini menyebabkan meluapnya air Danau Tempe di Kabupaten Soppeng.

Dampak terparah, wilayah pertanian dan perkampungan warga di Kelurahan Limpimajang, Kaca dan Attang Salo, terendam. Kerugian besar dipastikan dialami petani dan warga.

Pemantauan Katasulsel, luapan air Danau Tempe itu sudah mencapai satu kilometer dari permukaan danau.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Kaca, Raoda mengaku sudah melaporkan data-data mengenai sawah yang terkena dampak.

Dia menyebut, rata-rata sawah yang terendam air, usia tanaman padinya bervariasi, “Mulai dari 1 minggu hingga ada tanaman padi yang siap panen, dengan parietas padi bermacam-macam seperti Mekongga, Ciherang dan Cigeulis,” ujarnya

Raoda memastikan adanya 349,4 hektare (Ha) tanaman padi yang sudah tidak bisa diselamatkan. “Itu dipastikan puso, milik 7 kelompok tani yang ada di Kelurahan Kaca,” ujarnya

Sementara PPL Kelurahan Limpomajang Lamiri menyampaikan bahwa ada sekitar 112Ha lahan tanaman padi dan 5Ha. tanaman jagung baru-baru ini kami laporkan.

Lurah Limpomajang Asidi menyebut bahwa ada tiga lokasi diwilayahnya terkena dampak luapan air Danau tempe diantaranya Toddang Saloe 23 rumah, Salo Mate 47 rumah dan Bola Mallimpongge 18 rumah.

Jumlah 98 rumah secara keseluruhan di Kelurahan Limpomajang Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng terendam banjir.

Lanjut Asidi air bisa 4 sampai 5 bulan baru surut seperti semula.(man)