Kisah Nenek Hawaena dan Putrinya di Soppeng, Sungguh Memprihatinkan!

491

KATASULSEL.COM, SOPPENG — Hidup miskin bukanlah pilihan. Seperti halnya yang dijalani seorang nenek bernama Hawaena dan putrinya Hasni.

Nenek tua berusia 71 tahun itu hidup bersama anaknya di sebuah gubuk tua di Kampung Ajupute Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa

Kondisi gubuknya yang berukuran 5×6 persegi itu sangat memprihatinkan, selain tak memiliki daun pintu, dindingnya juga hanya terbuat dari anyaman bambu.

Sebagai seorang perempuan, sang nenek dan putrinya tentulah sangat riskan alias beresiko, apalagi hidup terpisah dari warga lainnya.

“Apa boleh buat, ini sudah jadi takdir kami hidup menderita. Kasihan ibu, sudah sangat tua dan kerap sakit-sakitan,” tutur Hasni, Kamis, 14 Mei

Di tengah penderitaan yang mendera Hasni dan ibunya itu, ia berharap kiranya ada dermawan yang rela membantu.

“Semoga ada yang mau membantu kasihan. Soalnya ibu sudah sangat tua dan amat butuh perawatan,” akunya.

Guna memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya, Hasni saat ini rajin membantu orang memetik jagung.

Dari jeripayanya itulah, Hasni kemudian membeli beras, ikan dan sayur untuk makan sang ibu.(pye)