Soal Kasus Lurah Lakessi, Pjs Wali Kota Parepare: Itu Tugas Rutin Lurah dan Camat

152

KATASULSEL.COM, PAREPARE — Pasca tertangkapnya oknum Lurah yang diduga ingin membagi-bagikan uang kepada warga di Pallakawe, Kota Parepare pada pukul 01.00 senin dini hari tadi.

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Parepare, Lutfie Natsir angkat bicara soal kasus dugaan ‘money politics’ yang disangkakan kepada Lurah Lakessi, Awaluddin.

Menurut Lutfie Natsir, pihaknya jauh-jauh sebelumnya telah menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Lurah agar malakukan pemantauan secara rutin di wilayah kerjanya, baik siang maupun di malam hari. “Bahkan kalau perlu 24 jam,” tegas Lutfie Natsir yang dihubungi lewat telepon, Senin, 18/6/2018.

Terkait temuan salah satu tim paslon yang mendapati amplop berisi uang di dalam tas milik Awaluddin, Pjs Wali Kota Parepare yang juga Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan itu dengan gamblang menguraikan alasannya.

“Selama tidak kedapatan membagikan uang, dan masih di dalam tas, saya rasa itu sah-sah saja. Masa’ orang mau dilarang bawa uang di dalam tas milik sendiri,” terang Luthfi.

Kendati demikian, atas nama Pemerintah Kota Parepare, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang untuk menyelidiki kebenaran sesuai fakta di lapangan.

“Sikap Pemkot, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu agar memproses untuk membuktikan apakah terbukti atau tidak terbukti dugaan ‘money politics’ kepada lurah kami. Tapi yang pastinya imbauan kepada lurah dan camat untuk berkeliling setiap hari di wilayah kerjanya adalah instruksi dari saya atas nama Pemerintah Kota,” tegas Luthfi.

Sementara itu, Lurah Lakessi, Awaluddin membantah jika dirinya membagikan uang untuk memenangkan salah satu Paslon. Awal, sapaan lurah ini mengaku, jika uang jutaan itu milik pribadinya. “Saya tidak bawa dompet, jadi apa salahnya kalau saya bawa uang di dalam tas saya,” jelas Awal.

Terpisah, Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Parepare, Nur Islah mengatakan, jika saat ini pihaknya belum dapat membuktikan kasus itu merupakan ‘money politics’ atau bukan. “Masih sementara pemeriksaan. Kita belum bisa putuskan terbukti atau tidak terbukti,” ungkapnya. (uky)