Nurdin Halid : Saya Tak Butuh Bupati-Wali kota Tak Loyal ke Golkar

2764

KATASULSEL.COM, MAKASSAR – Hasil quick count sejumlah lembaga survei dan real count KPU, menempatkan pasangan usungan Partai Golkar di Pilgub Sulsel 2018, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di posisi kalah. Ini langsung direspons DPD I Partai Golkar Sulsel.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid mengaku telah membentuk tim investigasi, untuk mengevaluasi kinerja para kadernya di perhelatan Pilkada Serentak 2018.

“Saya sudah membentuk tim investigasi, untuk mencari tahu kenapa bisa suara kita di beberapa daerah basis berkurang. Padahal selama ini menjadi lumbung suara, tapi tiba-tiba kemudian drop drastis. Tentu saya akan melakukan evaluasi total, ini bukan soal kita kurang suara di beberapa daerah, tapi perlu ada investigasi khusus berkaitan dengan kepentingan partai Golkar ke depan,” kata NH saat ditemui di Rumah Pemenangan NH-Aziz di Jalan Mapala, Makassar, Minggu siang (1/7/2018).

Menurut NH, investigasi tersebut penting dilakukan, untuk mengkaji apa sebenarnya yang terjadi di lapangan.

“Ini perlu ada sesuatu kajian yang menjawab itu. Ini yang akan kita kaji secara objektif. Bukan karena suara saya kecil di situ, tapi ini untuk kepentingan Golkar. Ke depan kita juga mau Golkar tetap eksis, karena ini juga berbahaya untuk Pileg 2019, jangan sampai terulang suara Golkar menurun seperti sebelumnya. Saya tidak akan memberikan tempat bagi oknum di Golkar ini yang berkarakter pengkhianat, saya akan sapu bersih itu,” tegasnya.

Adapun susunan tim investigasi yang dibentuk tersebut, menurut NH, diketuai oleh Ambas Syam dan didampingi oleh sekretaris Abdillah Natsir.

“Anggotanya ada Pak La Kama Wiyaka, Ibu Apiaty Amin Syam, Pak Syamsul Alam Mallarangeng, Pak Rusdin Abdullah,” jelasnya.

Disinggung kapan tim investigasi ini akan mulai bekerja, NH mengaku secepatnya akan segera diterbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar bagi tim investigasi untuk bekerja.

“Secepatnya setelah terbit SK-nya. Investigasinya mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu satu bulan. Tim ini saya bentuk agar bisa bekerja secara objektif,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Nurdin Halid menegaskan, dirinya tak butuh bupati ataupun wali kota yang tak loyal ke partai yang dipimpinnya. “Saya tak butuh bupati dan atau wali kota yang tak loyal ke Golkar, bukan loyal ke Nurdin Halid,” ujarnya menyindir para bupati dan wali kota di Sulsel yang nota bene adalah kader Golkar yang dinilainya tak bekerja maksimal.(sri)