2018, Banjir Terparah di Sidrap

193

KATASULSEL.COM, SIDRAP — Banjir di Sidrap, mengakibatan ratusan rumah warga yang berada di pesisir Danau Sidenreng, Sidrap, tenggelam. Banjir di Sidrap ini terparah sepanjang lima tahun terakhir

Setidaknya, ada beberapa kecamatan di sepanjang daerah aliran Danau Sidenreng. Namun yang terdampak paling parah adalah di Kelurahan Wette,
Kecamatan Panca Lautang, menyusul di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe,
menyusul Watang Sidenreng dan Maritengngae.

Banjir di Sidrap itu, disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sejak
beberapa minggu terakhir. Akibatnya, air di Danau Sidenreng meluap kemana-mana. Kapasitas Danau Sidenreng sudah tidak mampu menampung volume air

Oleh pemerintah setempat menyebutkan, banjir yang terjadi di Sidrap itu,
disebut-sebut paling parah lima kelender. Di beberapa titik di Kelurahan Wettee dan Desa Teteaji, ketinggian air sudah mencapai 3 hingga 4 meter. Sudah ada ratusan rumah yang terendam bahkan tenggelam.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menenggelamkan sejumlah akses
jalan pertanian maupun sawah-sawah milik masyarakat.

Pemantuan khusus di Kelurahan Wettee, Jumat, 6 Juli menyebutkan, sudah ada
1.034 jiwa, dari 333 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak banjir
tersebut.

Lurah Wettee, Muh Ridwan juga mengklaim jika banjir di wilayahnya itu adalah yang terparah sepanjang lima tahun terakhir. “Ini paling parah, Jumlah rumah yang terkena dampak banjir kata dia, sebanyak 266 rumah. Selain itu, terdapat 275 hektar lahan pertanian warga yang turut terendam,” bebernya.

Bantuan Mengalir dari Pemkab dan Muspida

Di tengah situasi banjir yang terjadi, bantuan pun mengalir kepada para
korban. Bantuan tak hanya datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap,
melainkan dari unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Sidrap.

Terbaru, siang tadi, Kapolres Sidrap, AKBP Ade Indrawan bersama Dandim 1420
Letkol Inf Eko Paskah HN langsung mendatangi korban banjir di dua Kecamatan yakni di Tellu Limpoe dan Panca Lautang

Dalam kunjungannya, Kapolres bersama Dandim Sidrap turun langsung memantau
rumah-rumah korban di Turungangnge Desa Teteaji dan Desa Allesalewoe
menggunakan empat perahu karet.

Ade Indrawan dan Eko Paskah bersama sejumlah personel dan wartawan sempat
berkeliling menyapa para korban sambil menyerahkan bantuan berupa kebutuhan
logistik pangan sehari-hari, plus obat-obatan.

“Kita prihatin lihat banjir semakin meninggi hingga sudah menyentuh lantai
rumah panggung. Bahkan ada yang sudah terendam hingga atapnya,” ungkap Kapolres Ade

Tak hanya daerah itu, Kapolres juga turut meninjau masyarakat di kelurahan
Wette’E yang paling terparah terkena banjir.

Di daerah banjir, bantuan kebutuhan pokok makanan kemasan seperti mi instan
dan beras, juga obat-obatan seperti obat gatal, obat diare, dan flu
dibagikan kepada para korban yang membutuhkan.

“Kami sudah survei lebih dulu korban yang paling urgen dibutuhkan adalah
obat-obatan termasuk obat flu. Ada sebagian warga juga sudah mengungsi ke
keluarganya karena rumahnya sudah terendam 80 persen,” ucap Ade lagi

Kapolres berharap, para korban banjir diberi ketabahan menghadapi cobaan
ini dan berharap melaksanakan aktivitasnya. (ren)