Kedatangan Tamu Provinsi, Bupati Beber ‘Masa Emas’ Sutera Soppeng

551

KATASULSEL.COM, SOPPENG — Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak bersama jajarannya menerima kedatangan Tim Koordinasi dan fasilitasi pengembangan industri Sutera Provinsi Sulawesi Selatan di rumah jabatan bupati Soppeng jalan pengayoman Watansoppeng, Rabu 11/07 2018.

Bupati menyampaikan apresiasi atas kunjungan tamunya itu. Kaswadi menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir pihaknya bertekad mengembalikan kejayaan sutera Soppeng

Dia menceritakan, Presiden RI ke 2, Suharto, dua kali ke Soppeng. Saat itu, ujarnya, masih saat masa-masa keemasan sutera Soppeng.

“Tapi itu dulu. Sekarang semuanya sudah redup dan terbengkalai karena beberapa faktor, diantaranya tidak berkualitasnya bibit sutera,” kesal Kaswadi

Kedatangan tamu dari provinsi itu, diharapkan Kaswadi sebagai pintu masuk kembalinya kejayaan sutera Soppeng. Dia harap, potensi sutera di daerahnya kembali dihidupkan

Kaswadi menuturkan bahwa pengembangan sutera di Soppeng, akan lebih cepat karena Masyarakat di daerahnya, sudah pintar mengelolanya,”Saya kira tidaknsulit dan tinggal dibina dan dikembangkan,” ujarnya

Kaswadi menyampaikan bahwa saat ini, Soppeng sisa mengimpor bibit sutera dari china

Asumsinya, bibit sutera dari perum sudah tidak mampu menghasilkan benang yang maksimal seperti kualitas dari bibit sutera dari china tersebut

“Alhamdulillah kami sudah mengimpor pertama sejumlah 300 box di tahun 2017 dan pada tahun 2018 mengimpor 500 box dan semuanya diberikan gratis pada petani sutera” jelasnya.

Pada bagian lain, Kaswadi juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah membangun kampung sutera yang diberi nama “kampong sabbeta”.

“Disini, kita sudah ada itu, tempatnya cukup eksotis untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara,” akunya

Perkembangan terkini soal sutera Soppenf, lanjut Kaswadi, sutera yang dikembanglan di Soppeng, sudah bisa memproduksi benang rata-rata 12 hingga 15 kg per bulan dengan luas lahan 200 HA untuk penanaman murbei.

“Kami juga menyiapkan traktor yang besar dan dipakai secata gratis demi percepatan penanaman murbei karena kami berharap bisa terserap 2000 box ke depan” jelasnya.

Namun demikian, lanjut kaswadi, masih banyak kendala dan butuh pemikiran bersama dengan melibatkan berbagai stakeholder.

Alasannya, karena benang yang sudah diproduksi belum bisa diterima dengan baik dan dibutuhkan alat produksi yang canggih.

Permasalahan lainnya, beber dia, hampir semua penyuluh ulat sutera sudah pensiun dan perlu disiapkan penyuluh baru yang lebih ahli demi menghasilkan petani yang lebih pintar.

“Karenanya, saya harap pemerintah Provinsi Sulsel bisa membantu kami dalam mengembalikan kejayaan sutera Soppeng,” pintanya

Sementara, Ketua tim, dalam hal ini melalui Kepala Biro Perekonomian dan SDA Provinsi Sulsel, Since Erna Lamba mengaku akan membantu Soppeng untuk mengembalikan kejayaan suteranya

Dia mengklaim, pihaknya saat ini tengah melaksanakan pengembangan sutera dari hulu ke hilir yang bertujuan
mengembangkan sutera yang merata dan lebih berkualitas di Sulsel

“Kita mengharapkan dengan kegiatan ini, seluruh pelaku sutera mulai dari produsen sampai ke penjual semuanya sama sama untung dan sejahtera” tuturnya

Dia menjelaskan bahwa lokasi pengembangan sutera yang direncanakan ke depan yakni Soppeng, Wajo, Sidrap dan Enrekang.(man/ren)