Home / ARTIKEL / OPINI

Jumat, 17 Agustus 2018 - 15:52 WIB

OPINI ; Makna Proklamasi Kemerdekaan ke 73 Tahun Bagi Generasi Milenial

Berita ini 4.556 kali dibaca

Oleh : Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si
(Ketua DPD KNPI Sidrap)

MAKNA proklamasi sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar hingga saat ini. Proklamasi kemerdekaan melambangkan lahirnya Negara Indonesia baik secara de facto maupun de jure. Kemerdekaan yang diperoleh dengan tetesan darah dan perjuangan yang sangat panjang harus diteruskan oleh generasi muda. Oleh karena itu, generasi muda harus senantiasa mengisi kemerdekaan dengan ikut memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Generasi muda mempunyai tugas yang harus diemban dengan penuh rasa tanggungjawab dan kesadaran sebagai generasi penerus bangsa. Generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan. Generasi muda juga harus menghargai perjuangan para pahlawan bangsa yang telah gugur di medan perang demi mencapai makna kemerdekaan, agar dapat mengambil pelajaran didalamnya, sehingga dapat membangun bangsa yang damai dan sejahtera.

Para pemuda saat ini tentu bisa memetik pelajaran disesuaikan dengan perkembangan zaman. Persenjataan yang dipergunakan serta taktik dan strateginya berbeda dengan para pendahulu bangsa ini. Akan tetapi esensinya sama terutama dalam hal kesungguhan, komitmen, semangat, tekad, daya saing dan daya juang dalam mencapai hakikat berbangsa dan bernegara. 

Dewasa ini, kompleksitas problem generasi muda sangat memerlukan kreativitas dan inovasi. Bila dulu kita bersemboyan “merdeka atau mati” saat ini bisa saja “inovasi atau mati”, dengan kata lain innovation or die.

Para pemuda harus diberi ruang kreatif dan kebebasan berpikir sehingga daya imajinasi serta inovasinya berkembang dengan baik.

Era milineal merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya. Fenomena ini berkembang pada perubahan pola dan perilaku hidup bermasyarakat.

Generasi muda harus siap menghadapi era milenial dengan memiliki kemampuan berupa kecerdasan, skill, etos kerja, sikap bijaksana, punya semangat, daya saing serta mampu menjadi problem solving dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat.

Media sosial merupakan alat komunikasi yang berbasis internet (online) yang memudahkan manusia dalam berkomunikasi dan menerima informasi, tanpa ada batasan jarak. Sehingga dengan demikian peranan media sosial dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia sangat terbuka. Ada berbagai macam dampak yang akan terjadi dan secara tidak langsung turut membentuk karakter daripada generasi muda itu sendiri, mulai dari dampak positif sampai dampak yang negatif. Hal semacam inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan karakter bagi generasi muda.

Sadar maupun tidak sadar, media sosial turut mengambil peran dalam membentuk karakter daripada generasi muda itu sendiri, dengan  dampak yang di timbulkan secara tidak langsung memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap tingkah laku orang yang menggunakannya. Untuk itu, dalam mengunakan media sosial kita haruslah cerdas dan bijak, cerdas dalam artian mengerti apa yang seharusnya kita lakukan dalam menggunakannya, agar tercipta generasi yang cerdas dan berkompeten dalam mengelola media informasi sebagai basis data dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Jangan justru terjebak pada berita hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Dan seharusnya media sosial hadir sebagai “spot education” dan “dakwah kultural” dalam hal ini menjadi wadah ataupun tempat belajar mengelola arus modernisasi berupa teknologi, informasi dan komunikasi.

Sebagai kata kunci, para pemuda jangan hanya menjadi penonton pasif tapi mesti mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa di era milenial ini. Istilah Prof. Rhenald, kita harus jadi “driver” jangan jadi “follower”. Itulah sebagian dari makna kemerdekaan bagi para pemuda. Dirgahayu Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 Tahun. Merdeka!!! (*/rif))

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

OPINI

“Ikut Campur”

HEADLINE

Hendrik, Putra Sidrap Sulap Rongsokan Jadi ‘Rupiah’

ARTIKEL

Opinion Alfia Lestari ; New Normal Life Dalam Jurnalisme Online di Tengah Pandemi

OPINI

Opini : Covid-19 Merubah Lanskap Persekolahan di Indonesia

ARTIKEL

[Opini] Mengenal Sosok Haji Pilli

OPINI

Sistem Hukum Secara Luas Akui Peran Bukti Forensik

HEADLINE

[Opini] Cantiknya Sidrap dari Langit, Oleh Ahmad Djafar

ARTIKEL

(OPINI) Metamorfosa dan Inovasi Public Relation di Era New Normal Life