Home / HEADLINE / Sinjai

Jumat, 22 Februari 2019 - 08:50 WIB

Berlagak Preman, Oknum Satpol PP Sinjai Ancam Habisi Nyawa Wartawan

Berita ini 1 kali dibaca

Author : Muhammad Rasyid
Editor : Rendy A Abe

Katasulsel, Sinjai — Salah seorang oknum Satpol PP bernama Iskandar yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sinjai, diduga melakukan pengancaman terhadap S, salah seorang jurnalis di Sinjai. Peristiwa itu berlangsung di depan SPK Kantor Mapolres Sinjai, Kamis, 21 Februari

Ibaratnya seorang preman, oknum Satpol PP yang seharusnya bisa mengayomi dan mengamankan itu, justru mengancam akan menghabisi nyawa S

Menurut salah satu saksi mata, Didin menjelaskan bahwa terduga pelaku Iskandar dengan nada keras meminta aparat kepolisian agar S ditahan dan jika tidak ditahan, Iskandar dan keluarganya mengancam akan membunuhnya.

” Kodena na ditahan S, ko uruntukki ko tannia alena mpunoka iyya mpunoi (Jika S tidak ditahan kami akan habisi dan akan hilangkan nyawanya kalau bukan dia yang membunuh, saya yang bunuh dia),” ungkap Iskandar, dicontohkan Didin.

Adapun yang jadi pemicu sehingga S diminta Iskandar untuk ditahan oleh polisi, karena S dituding secara refleks melakukan pemukulan terhadap terdakwa pencabulan terhadap putrinya, usai pembacaan tuntutan oleh jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Sinjai.

Keluarga terdakwa pencabulan, Jauharis itupun tidak terima dipukul oleh orang tua korban pencabulan yakni S, sehingga keluarga pelaku pencabulan Jauharis melapor di Polres Sinjai.

Terpisah, S menjelaskan bahwa ketika sidang pencabulan digelar di PN Sinjai itu, dirinya memang hadir dikarenakan yang duduk selaku korban pencabulan adalah putrinya

S yang selama ini merahasiakan kejadian itu kepada keluarga dan rekan-rekannya, mengaku tak kuat menahan emosi saat melihat pelaku yang tega menghancurkan masa depan putrinya yang masih berusia 6 tahun itu.

Diapun mengaku secara refleks memukul dahi pelaku pencabulan Jauharis sehingga menyebabkan benjolan kecil di bagian dahi terdakwa.

”Saya khilaf saat suasana sidang karena merasa iba melihat anak saya yang dicabuli oleh pelaku yakni Jauhari, tiba-tiba dadaku sesak dan saat itu saya khilaf sehingga refleks saya pukul kepalanya karena munculnya rasa kasihan membayangkan kejadian yang dialami anak saya, “ujarnya.

Aksi keluarga terdakwa pencabulan itupun mendapat empati dari sejumlah rekan S di Sinjai.

Mereka menyayangkan sikap Iskandar yang dinilainya tidak punya hati dengan mengeluarkan ucapan pengancaman terhadap ayah korban, yakni S, seolah tidak ada rasa bersalah padahal mereka merupakan keluarga dari pelaku perbuatan yang tidak senonoh dan memalukan itu.

“Seharusnya mereka itu punya malu keluarganya yang menjadi pelaku baru mereka lagi yang mencak-mencak mau membunuh, terbalik itu, seharusnya itu pelaku yang mereka habisi karena sudah bikin malu keluarganya dan berbuat yang tidak senonoh,” kesal rekan S, Didin.(*)

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

HEADLINE

Hebat, Katasulsel.com Sudah Bisa Dibaca di Google Fitur Berita

HEADLINE

Jantungnya Bocor, Orang Tua Bocah Asal Pinrang Ini Dikunjungi Ketua DPRD Sidrap

HEADLINE

Janjikan Kelulusan Jadi Polisi ke Warga Sidrap, Pria Ini ‘Panen’ Duit di ATMnya

HEADLINE

Penombakan di Sidrap, Begini Kronologi dan Motifnya

HEADLINE

Pesepeda Lipat Berkeliling Pinrang, Bupati : Kebayang ASN Bersepeda ke Kantor

HEADLINE

Bendungan Ditutup, Petani Wajo Mengadu ke Dewan

HEADLINE

Pawai Warnai Puncak HSN 2017 di Maros

HEADLINE

DBR Janji Ketersedian Air Ledeng 24 Jam Nonstop Dalam Kota Wajo