oleh

Dipicu Asmara, Pemuda Gantung Diri di Sinjai Sempat Chatingan Kekasihnya

-HEADLINE, Sinjai-439 Orang Melihat

Author : Muhammad Rasyid
Editor : Rendy A Abe

Katasulsel, Sinjai — Kematian Syamsuddin, pemuda asal Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong, dipastikan murni bunuh diri.

Polisi menyimpulkan, korban kecewa dengan sang kekasihnya bernama Andini, dikarenakan jarang bertemu.

Korban sendiri ingin selalu bersama dengan Andini, namun kenyataannya berbeda.

Sepasang kekasih itu, sudah tiga bulan lamanya tak bertemu. Andini cukup sibuk karena ia juga sementara kuliah

“Itu penjelasan Andini saat dimintai keterangan sekaitan meninggalnya kekasihnya Syamsuddin,” ujar Kapolsek Sinjai Borong, AKP Rudi, Rabu, 13 Maret.

https://katasulsel.com/ibu-di-sinjai-histeris-mendapati-putranya-tewas-tergantung/

Masih dari keterangan Andini.

Bahwa sebelumnya aksi nekat Syamsuddin itu berlangsung, Andini dan Syamsuddin sempat bertemu.

“Pertemuannya malam hari. Syamsuddin yang datang menjemput Andini di rumah tantenya pakai sepeda motor. Mereka sempat berbicang di kios milik orang tua korban di Pasar Jeppara,” tutur Kapolsek mencontohkan penuturan Andini, pacar korban

Andini sendiri mengaku tak memiliki firasat apa-apa

Alasan Andini, selama pertemuannya dengan korban tak ada riak sedikitpun alias biasa-biasa saja. Meski demikian, korban memang seolah sudah terlihat murung.

Malahan, kedua sejoli masih sempat saling chatingan dan video call malam harinya. Komunikasi itu berlangsung sekira pukul 24.00 Wita.

Namun lewat 39 menit kemudian, sudah tak ada respons dari korban. Percakapan keduanya itupun sudah terputus.

Disampaikan Andini ke polisi bahwa sikap tak lazim dari Syamsuddin juga ditunjukkan sesaat ia mengantar dirinya pulang ke tantenya malam harinya

Begitu korban menurunkan kekasihnya dari motor, ia pun langsung menancap gas, sembari mengeluarkan kata-kata kesal ke Andini.

“Pengakuan Andini saat kita periksa, saat itu korban sempat mengeluarkan kata-kata terakhir kali mi ini kamu lihat saya,” akunya

Rupanya, nada ancaman korban itu bukan isapan jempol semata. Ia sungguh melakukannya

Ia nekat bunuh diri dengan mengambil jalan pintas. Ia menggantung dirinya dengan menggunakan seutas tali berwarna biru yang dikaitkan di atas kusen di dalam kamarnya.

Ulah nekat Syamsuddin itu baru diketahui keesokan harinya. Sekitar pukul 10.00 Wita, pagi, ibunya menemukannya dalam kondisi sudah tergantung dan tak bernyawa lagi.

Kini, Syamsuddin telah tiada. Kepergian Syamsuddin sungguh menyayat hati dan perasaan keluarganya, termasuk Andini sendiri. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *