Home / Sinjai

Senin, 15 April 2019 - 07:47 WIB

Video Kekerasan Pada Anak Viral di Sinjai, P2TP2A Minta Stop Disebar

Berita ini 30 kali dibaca

Katasulsel.com, Sinjai – Beredarnya video dugaan kekerasan anak yang terjadi di Kabupaten Sinjai saat ini telah menjadi viral di penguna media sosial.

Hal ini ditanggapi oleh pusat pelayanan terpadu Perlindungan perempuan dan anak (P2TP2A) Sinjai.

Ketua pendampingan hukum perlindungan perempuan dan anak, Wawan menyayangkan jika warga dan penguna media sosial membagikan potongan video kekerasan itu tanpa memikirkan akibatnya.

Menurutnya, hal ini dapat menimbulkan dampak negatif dikalangan ibu dan anak.

“Kami dari P2TP2A Kab Sinjai mengimbau kepada siapa pun yang mendapatkan kiriman video kekerasan baik melalui aplikasi Facebook, Twitter ataupun WhatsApp mohon untuk menghapus dan tidak menyebarluaskan ke pihak lain dengan aplikasi apapun,”paparnya

Penyebaran video kekerasan kepada anak dapat berdampak buruk bagi korban, pelaku maupun anak-anak yang menyaksikan tayangan tersebut.

Sebelumnya, Salah satu Video Salah seorang warga desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri.

Tindakan diduga kekerasan terhadap anaknya terlihat jelas dalam video yang saat ini tersebar melalui grub WA dan media sosial.

Dalam adegan itu nampak seorang ibu yang tengah memberi makan bubur anaknya dengan kasar, dikarenakan anaknya tidak mau makan.

Dengan posisi anaknya tidur sesekali dipaksa memasukkan bubur di mulut anaknya dengan mengunakan tangan.

Karna anaknya menangis, kemudian ibu ini menutup badan dan wajah anaknya mengunakan bantal.

Kemudian sempat terlihat dalam video, ibunya memukul mulut anaknya sebanyak 2 kali dan sambil mengerutu.

Diketahui, nama ibu itu bernama Indah, dia memiliki 3 orang anak yang masih duduk di Paud, sementara suaminya berkerja sebagai pelaut.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB), Mas Ati mengatakan bahwa indikasinya adalah akibat sang anak malas makan.

“Kemudian Ibu sangat ingin melihat anaknya makan, namun cara memberikannya makan itu yang salah dan mungkin terlihat kasar,” jelasnya

Kata Mas Ati, kejadian tersebut pada Kamis, 11 April 2019 lalu dan saat ini Indah dan anaknya sudah meninggalkan Sinjai ke keluarganya di Pulau Selayar.

Author: Muhammad Rasyid

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

Sinjai

Bupati Sinjai Janji Simpan Seluruh Dana Daerah di Bank Sulselbar

PILKADA

Bertemu AMM, TMS Mulai Didekati Elite Sinjai

HEADLINE

Wabup Akui Jumlah Penderita HIV/AIDS di Sinjai Meningkat

HEADLINE

Silaturahmi Bersama Warga Sinjai Diseruduk Mobil, TMS Selamat

Sinjai

Tim Bentukan Bupati Mulai Urai Banjir di Sinjai

Sinjai

Patroli Sabhara Polres Sinjai Amankan Pemuda Pesta Miras di Jalanan

Sinjai

Ingin HUT Sinjai Berkualitas, Andi Seto Pimpin Langsung Rapat Pemantapan 

HEADLINE

Barang Bukti Segopok, Petani Terjerumus Narkoba di Sinjai