oleh

Bupati Lutim Berbelasungkawa Atas Wafatnya Tokoh Adat Pamona Luwu

-HEADLINE-257 Orang Melihat

Katasulsel.com, Luwu Timur — Bupati Luwu Timur, HM.Thorig Husler didampingi Kabag Humas Resky Alamsyah dan Kepala Desa Bayondo, Kecamatan Tomoni, Hespan Kolobinti menghadiri prosesi pelepasan jenazah almarhum Yedrin Buku, salah seorang tokoh masyarakat adat Pamona sekaligus Pemangku adat Lemba Pamona Luwu, Senin, 17 Juni 2019.

Almarhum Yedrin Buku tutup usia pada Jumat, 14 Juni 2019

Almarhum Yedrin Buku adalah Sekretaris Umum Lembaga Adat Lemba Pamona Luwu, sebuah organisasi masyarakat adat Pamona yang membawahi dua Kabupaten yakni Luwu Timur dan Luwu Utara.

BACA JUGA :   Husler Apresiasi Kegiatan Tudang Sipulung Dinas Pertanian

Pelepasan jenazah mantan kepala sekolah SDN Kaya,a Kecamatan Tomoni ini dilakukan secara adat Pamona, dengan iringan pukulan gendang sebanyak tiga kali, kemudian peti jenasah diangkat oleh para pemangku adat Pamona untuk selanjutnya dibawah ke pekuburan menggunakan ambulance. Sebelumnya dilakukan ibadah pelepasan jenazah di pelataran rumah duka

Bupati Husler tiba di rumah duka Desa Bayondo, disambut Ketua lembaga adat Lemba Pamona Luwu, Pelias Tangoa, dan pemangku adat se Lemba Pamona Luwu, yang hadir dengan menggunakan pakaian adat Pamona.

BACA JUGA :   Peserta Porseni Wajo Meninggal, Suami Bersamanya

Dalam kesempatan itu, Husler atas nama pribadi dan pemerintah daerah menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya almarhum Yedrin Buku.

Di mata Husler, almarhum merupakan tokoh masyarakat adat Pamona sekaligus juga sebagai purna ASN yang sangat baik dan bijaksana semasa hidupnya

“Sekali lagi, atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya bapak Almarhum Yedrin Buku, semoga arwah beliau mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa ” kata Husler.

BACA JUGA :   Dilayani Enam Petugas, PKM Burau Tangani 97 Pasien Saat Lebaran

Di akhir, Husler juga berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa berlapang dada dan mengikhlaskan segala ketentuan dari yang maha kuasa itu

“Ingat, kematian adalah milik dan hak prerogatif dari Allah yang punya kehidupan, oleh karena itu sebagai orang beriman tentunya percaya bahwa Tuhan lebih mengasihi ummatNya, sehingga harus direlakan serta didoakan semoga Almarhum ditempatkan disisiNya, demikian Husler.

(yul)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *