oleh

Niat Melerai, Buruh Petik Cengkeh Tewas di Tikam Oleh Kakak Beradik di Luwu

-KRIMINAL, Luwu-1.523 Orang Melihat

Katasulsel.com, Luwu – Sebuah peristiwa mengenaskan terjadi di warung / kolong rumah seorang juragan petik cengkeh, tepatnya di dusun Buntu Sawah, desa Bukit Sutra, Kecamatan Larompong, kabupaten Luwu, Jum’at (06/09/19) sekitar pukul 18.30 WITA.

Di warung itu, Basri (45) seorang buruh Petik cengkeh, warga asal dusun Tetengtana, desa Kasiwiang, kecamatan Suli kabupaten luwu, ditikam pakai sebilah parang hingga tewas oleh Pelaku yang hingga saat ini masih buron Polisi.

Kronologis kejadian bermula ketika korban Basri (45) menyuruh dua adiknya yang bernama Sultan dan Anti untuk pergi membelikannya rokok di warung sebelah (TKP).

Setibanya di warung, rupanya kedatangan mereka telah ditunggui oleh kedua Pelaku, salah satu Pelaku berinisial RI (30)  dan seorang lagi adalah kakak kandung RI diketahui berinisial SD.

Beres beli rokok, kerah baju Sultan tiba-tiba ditarik RI, lalu langsung dikeroyok oleh kedua Pelaku dengan tinju dan hantaman balok kayu.

Melihat saudaranya dipukul, Anti berusaha melerai, namun malah ikut kena tonjok bahkan juga sempat dihantam balok kayu oleh RI.

Mendengar keributan dari rumah sebelah, Basri keluar dengan maksud hendak menolong kedua adiknya yang kena pukul, tapi na’as, kedatangannya justru disambut Kakak Kandung RI Yang diketahui berinisial SD dengan sebilah parang.

Rupanya saat melihat Basri datang, Kakak RI Yakni SD, bergegas masuk ke dalam rumah bosnya mengambil sebilah parang, lalu keluar dan tanpa basa-basi langsung menghujamkan parang dari tangannya tepat ke dada kiri Basri.

Kena tusuk sekali tepat di Jantungnya, Basri seketika roboh tewas di tempat. Sedangkan RI dan Kakaknya SD langsung lari meninggalkan lokasi kejadian.

Oleh keluarganya yang kebetulan ada di TKP, Basri sempat dilarikan ke RS. Hikmah Belopa, tapi sayang, nyawanya sudah hilang tak tertolong lagi.

Kepada Pihak Kepolisian di Polres Luwu, Sultan mengaku sebelumnya memang perna berselisih dengan salah satu Pelaku yakni RI.

“Mungkin dia (RI) dendam sama saya, sakit hati barangkali karena pernah kutegur waktu napeluk adekku Lani,” terang Sultan.

Sultan mengungkap bahwa, sekitar awal bulan Juli 2019 yang lalu, RI pernah melakukan pelecehan terhadap adik kandungnya Lani (14).

Saat itu RI tanpa sebab yang jelas memeluk Adik saya Lani di depan umum, hingga Saya menegurnya dan menyuruh RI pulang.” Tambahnya.

Kapolsek Larompong AKP Piter Marinbun saat di konfirmasi wartawan melalui sambungan sellulernya membenarkan perihal tersebut.

” Pemicunya hanya salah paham, Dan TKP nya di wilayah hukum polsek larompong, Namun kasus ini kami serahkan ke polres luwu untuk di tangani,” Jelasnya Kapolsek Larompong AKP Piter Marinbun Melalui sambungan sellulernya Sabtu (7/9/2019) Dini Hari.

Kedua Terduga Pelaku telah melarikan diri usai menikam korbannya, Namun identitas kedua pelaku telah dikantongi pihak kepolisian, dan saat ini sedang dalam pengejaran pihak kepolisian polres luwu” Tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam belum dapat dikonfirmasi, namun dari pantauan wartawan di mapolres luwu, kasus ini telah ditangani Polres Luwu dan kedua pelaku sedang dalam proses pengejaran satreskrim polres luwu bersama personil polsek Larompong. (Suf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *