oleh

Pemkab Wajo Apresiasi Kontribusi IAI As’adiyah dan Dukungannya

-Wajo-79 Orang Melihat

WAJO, Katasulsel.com — Institut Agama Islam as’adiyah Sengkang mengadakan Rapat Senat Terbuka luar biasa IAI as’adiyah Sengkang berupa penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2019-2020 dirangkaikan dengan launching program kuliah khusus berbasis tokoh agama desa di gedung Assadah, Minggu 15 September 2019.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya dan mars asadiyah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan pembacaan doa iftitah.

Dalam laporan ketua panitia oleh Wakil ketua Rektor satu melaporkan bahwa dalam perkembangan penerimaan mahasiswa baru ini, bukan sekedar tempat untuk melanjutkan pendidikan akan tetapi mempunyai karakter tersendiri baik fungsi tradisi maupun sistem dan cara belajar yang berbeda dengan tingkatan pendidikan sebelumnya.

Dan dikatakan kalau untuk itu perlu adanya pengenalan bagi mahasiswa baru melalui serangkaian kegiatan untuk memperkenalkan budaya akademik di lingkungan kampus.

“Pada tahun ini IAI Asadiyah menerima mahasiswa baru sebanyak 267 orang yang terdiri dari Prodi aqidah dan filsafat Islam 69 orang, Pendidikan Agama Islam 97 orang Ahlawutasiah 28 orang, Hukum ekonomi syariah 54 orang dan Tabligh bahasa Inggris 19 orang,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti ruang kelas oleh H. Naharuddin Tinulu, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MOU dari beberapa Perbankan dan juga penandatanganan MOU Bupati Wajo dengan IAI as’adiyah.

Selanjutnya dibacakan SK penetapan mahasiswa baru IAI Asadiyah tahun akademik 2019-2020 dan dibacakan nama-nama perguruan atau Prodi serta pengukuhan oleh Rektor IAI As’adiyah kepada mahasiswa baru 2019-2020, dan dikatakan kalau dari lima program yang baru ditambah dengan Pasca Sarjana sehingga jumlahnya lebih dari 300 orang dan ini dikatakan beberapa prodi sudah di akreditasi B.

Selanjutnya pemasangan jas almamater dan pemberian kartu perpustakaan oleh Bupati Wajo didampingi oleh Rektor IAI As’adiyah Dr. H. M. Yunus Pasanreseng Andi Padi, M.Ag.dan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dari mahasiswa baru.

Dalam sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa program yang telah dicanangkan termasuk kepada Bapak dan Ibu Camat yang telah mengambil bagian mengawal 25 programnya dengan salah satunya juga dengan mempersembahkan 5.000 Beasiswa bagi masyarakat Wajo yang kurang mampu selama 5 tahun ke depan, juga dengan hadirnya para Kepala Desa dalam mendukung program yang telah dicanangkan dengan mengikutkan perwakilan dari Desanya untuk Kuliah Khusus di IAI As,adiyah.

Juga disampaikan kalau program khusus tokoh agama desa yang sudah dicanangkan di jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo dan hari ini dilaunching bersama dengan IAI as’adiyah untuk menghadirkan Sumber Daya Manusia, tokoh-tokoh agama yang memiliki kapasitas keilmuan yang memiliki kapasitas kepribadian, integritas, karakter dan tentu memiliki keahlian termasuk keahlian di dalam membangun keumatan.

“Ini akan dibina khusus dan dilatih khusus, dicetak khusus agar mampu mendampingi kepala kepala desa di dalam mensukseskan mimpi-mimpi besar kami ke depan, membangun masyarakat Wajo yang religius, masyarakat Wajo yang cerdas, masyarakat yang memiliki kemampuan memajukan potensi-potensi daerah kita nantinya,” kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Ada 6 program jurusan di IAI as’adiyah tentu menjadi harapan kita kepada adik adik semua yang ikuti proses pembelajaran ini, dan akan memiliki bekal dan sekaligus menjadi modal utama dalam memajukan daerah kita sesuai dengan visi yang ingin kita capai yaitu menghadirkan Pemerintahan yang amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera, maju dalam segala aspek maju dalam segala potensi yang kita miliki,” Bupati Wajo menambahkan.

Juga disampaikan juga kalau dalam sambutannya ini sekaligus juga akan mengkolaborasi dengan kuliah umum kepada mahasiswa baru dan sebagai bekal dan motivasi agar menjadi spirit, motivasi berprestasi bagi mahasiswa baru bahwa 4 tahun kedepan akan mendapatkan tempat, akan menjadi orang-orang yang dibutuhkan 4 atau 5 tahun kedepan.

Dan dikatakan kalau IAI Asadiyah sudah mencapai umur 55 tahun dan sudah mencetak kader-kader pemimpin mana-mana, memimpin perusahaan, ada yang menjadi pejabat eselon 2, Eselon 1 bahkan ada di pemerintahan pusat.

“Beberapa Pioner As,adiyah ada yang menjadi Wakil menteri bahkan menjadi Menteri Agama ini semua menjadi semangat dan spirit bagi kita untuk tetap eksis dan bahu membahu membangun wadah ini, bahkan mimpi-mimpi pak rektor ingin IAI Asadiyah akan menjadi universitas nantinya,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Saya selaku Pemerintah Kabupaten Wajo mengapresiasi dan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya atas itikad baik dari IAI as’adiyah Sengkang untuk memajukan Wajo sebagai pusat pendidikan keagamaan, melahirkan generasi-generasi peduli atas syiar agama Islam di seluruh Lini kehidupan masyarakat Wajo,” Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau ini sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten Wajo dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera beriman bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Kita juga mengharapkan agar program Masjid cantik dapat terwujud agar semua Masjid di Wajo dapat memenuhi kriteria dari gerakan Masjid cantik dan bersama-sama memakmurkan Masjid dengan menyiapkan sumber dayanya,” harap Bupati Wajo.

Pesan kami kepada Mahasiswa baru untuk menggunakan waktu semaksimal mungkin, untuk menimba ilmu, mendapatkan ilmu untuk menjadi bekal buat kalian, karena warisan yang tak bisa hilang adalah warisan ilmu pengetahuan, harta saja bisa habis dan ilmu itulah yang akan mengangkat harkat dan martabat kita,” Dr. H. Amran Mahmud Menambahkan.

Dan dikatakan kalau Pemerintah Kabupaten Wajo mendukung IAI Asadiyah untuk mencetak sarjana baru yang mampu memberikan warna Indah kepada masyarakat Wajo, dengan salah satu dukungan dari Pemkab Wajo dengan menyepakati dan mengadakan perjanjian kerjasama terkait dengan perjanjian membangun Prodi menuju Islam University of as’adiyah Sengkang.

Dan dikatakan kalau dalam bentuk orasinya dengan mengkolaborasi 4 pendekatan yang pertama adalah ilmu ilmu modern dan ilmu ilmu pemerintahan dan sosial serta kemasyarakatan yang kedua ilmu dengan pendekatan kearifan lokal mengkaji nilai-nilai kearifan lokal di Wajo dan ternyata di Wajo luar biasa.

Dilanjutakan dengan mengatakan bahwa kolaborasi dengan pendekatan ilmu kekinian dan yang ketiga ilmu yang dimiliki oleh semua yang beragama dengan pendekatan keislaman dengan mengkaji berbagai keilmuan yang ada dari ketiga kolaborasi menjadikan 4 bagian.

“Sehingga kami bermimpi untuk menghadirkan Pemerintahan yang bersih, Pemerintah yang amanah, Pemerintah yang akan membawa kemajuan akselerasi seluruh potensi yang kita miliki dengan pilar-pilar pembangunan, yang akan kita jadikan semangat kerja kita. kedepan masyarakat kita akan hadirkan masyarakat yang madani yang beradab berlandaskan nilai-nilai, kita persiapkan manusia-manusia Qurani mencetak penghafal al-quran,” harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si diakhir sambutan sekaligus Ceramah umumnya di hadapan mahasiswa baru IAI Asadiyah.

Dari sambutan Rektor IAI as’adiyah Dr. H. M. Yusuf Andi Padi, M.Ag. mengatakan kalau Bupati Wajo hadir hari ini sebagai dua kapasitas, disamping sebagai Bupati Wajo di lain pihak Bupati hadir sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan IAI as’adiyah dengan kapasitas sebagai Asisten Direktur dua Pasca Sarjana IAI as’adiyah dan disampikan kalau kebahagiaannya karena bisa menghadirkan Bupati Wajo dan mantan Bupati Wajo H. Naharuddin Tinulu pada hari ini. (Daci Dais)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *