Home / HEADLINE / Sidrap

Jumat, 1 November 2019 - 11:20 WIB

Kisah Menristek dan Whistling Duck di Sidrap 

Berita ini 8 kali dibaca

Katasulsel.com, Sidrap — Kunjungan kerja Menristek RI, Bambang Brodjonegoro di Sidrap, Kamis, 31 Oktober 2019, memunculkan cerita unik

Salah satunya mengenai whistling duck atau itik bersiul

Rupanya, Bambang Brodjonegoro yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Nene Mallomo itu, doyan makan Si-‘burung terbang’ itu

Kebetulan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap menyiapkan sajian khusus untuk Bambang Brodjonegoro saat kunjungan ke Sidrap.

Di Sidrap sendiri, whistling duck atau burung belibis itu, sudah tak asing lagi. Pemkab Sidrap juga sangat menaruh perhatian dalam memajukan kuliner andalan itu.

Hampir semua tamu penting yang berkunjung ke Sidrap, disuguhi masakan khas tersebut.

Hups.. kembali ke kisah Menristek dan whistling duck tadi, rupanya hal itu menjadi kenangan tersendiri bagi Bambang Brodjonegoro

Bagaimana tidak, makan whistling duck di Sidrap, ternyata itu juga baru kali pertama bagi menteri pilihan Joko Widodo (Jokowi) itu

“Jujur ya, aku baru pertama kali nyantap burung terbang ini. Masakannya sangat enak, aku yakin ini menu andalan Sidrap,” tutur Bambang Brodjonegoro

Belibis adalah salah satu jenis burung air. Karena paruhnya berbentuk datar, belibis bisa mengeluarkan suara yang seperti siulan. Karena itulah, belibis dikenal juga dengan nama itik bersiul. (yas)

 

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

HEADLINE

Sial, Pria Ini Kedapatan Buang Sabu-sabu Oleh Anggota Sabhara Polres Sidrap

Sidrap

Rumah Warganya Reok, RMS Perintahkan SKPD Bedah Rumah

HEADLINE

Waspada! Kejari Parepare Telisik Revitalisasi Pasar Sumpang

HEADLINE

Helikopter Menteri Gagal Mendarat di Sidrap

HEADLINE

Soppeng Berpotensi Banjir Besar, Lihat Tumpukan Sampah Ini

HEADLINE

Berani Tempuh Diversi Perkara Anak, Kapolsek di Sidrap Ini Dapat Pujian

Sidrap

Kemenkes Survei Akreditasi Puskesmas Pangkajene Sidrap

HEADLINE

Tahun Baru, Fatmawati Rusdi Bersama Warga Sidrap dalam “Nada-Gaya”