oleh

Fakta-fakta Dibalik Meninggalnya Tahanan Narkoba di Sidrap

-HEADLINE, Sidrap-599 Orang Melihat

KATASULSEL.COM, SIDRAP — Insiden meninggalnya salah seorang tahanan kasus narkoba Polres Sidrap atas nama Mursalim (47), sempat memunculkan tanda tanya.

Malahan, tak sedikit yang menaruh curiga. Atas dasar itu, Polres Sidrap menggelar konferensi pers, Minggu, 3 November 2019

Lantas, apa saja fakta-faktanya?

Dalam acara yang dihadiri kalangan jurnalis, keluarga korban, dokter rumah sakit Nene Mallomo dan sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Sidrap itu, menyebutkan, Mursalim meninggal dunia murni bunuh diri

Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono menjelaskan bahwa pria asal Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae Sidrap tersebut bunuh diri dengan cara gantung diri.

Peristiwa bunuh diri itu diperkirakan terjadi sekira pukul 07.30 wita, pada Selasa, 22 Oktober 2019

Mursalim yang telah ditetapkan oleh penyidik sebagai tersangka dugaan kasus narkoba itu, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggunakan sebuah sarung yang dikaitkan pada lehernya. Sarung itu diikatkan pada ventilasi.

Adapun sarung yang digunakan Mursalim diketahui sarung miliknya yang selama ini digunakan untuk salat

Polisi yang mengetahui adanya kejadian itu, dengan cepat menurunkannya untuk dilarikan ke Rumah Sakit Nene Mallomo (Nemal) Pangkajene Sidrap.

Hanya saja, pihak dokter RS Nemal, dalam hal ini dr Amiruddin Damis menyebutkan bahwa Mursalim sudah tak bisa tertolong lagi.

Hasil pemeriksaan secara medis menyebutkan, Mursalim sudah dalam keadaan meninggal dunia

“Hasil visum menyebutkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh namun ada lebam pada leher yang diduga akibat jeratan sarung,” tutur dr Amiruddin Damis

Polisi Antar Jenazah dan Serahkan Hasil Visum 

Pada bagian lain, Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono menyambung, pihaknya menyampaikan pihak keluarga perihal kematian Mursalim

Polisi, sebut AKBP Budi Wahyon, kemudian mengantar jenazah ke rumah duka, termasuk menyerahkan hasil visum kepada pihak keluarga.

Penangkapan Mursalim Terkait Dugaan Kasus Narkotika 

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono juga menjelaskan bahwa Mursalim ditangkap oleh Satnarkoba Polres Sidrap atas tuduhan keterlibatannya dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Penangkapan Mursalim, sebut AKBP Budi Wahyono, berdasarkan Laporan Polisi: LPA / 123/ X/ 2019/ Resnarkoba, tanggal 15 Oktober 2019, tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu.

Dalam penjelasannya menyebutkan, Mursalim ditangkap di kediamannya di Dusun II Desa Allakuang, kecamatan Maritengngae, Sidrap pada 17 Oktober 2019, sekira pukul 21.30 Wita.

Polisi yang melakukan penangkapan, dilengkapi dengan Surat Perintah Penangkapan dengan Nomor SP. Kap /257 X 2019 Resnarkoba, tanggal 17 Oktober 2019 terhadap diri Mursalim.

Penangkapan terhadap Mursalim, sebut AKBP Budi Wahyono lagi, juga telah dibuatkan Berita Acara Penangkapan (BAP)

Termasuk diterbitkan surat perpanjangan penangkapan dengan surat perintah perpanjangan penangkapan dengan Nomor: SP. Kap 257.a / X / 2019 Resnarkoba, tanggal 20 Oktober 2019 sampai 23 Oktober 2019.

Setelah dilakukan penangkapan, Mursalim saat itu mengakui mengakui jika barang bukti 1 sachet narkotika jenis sabu yang di temukan di kantong celana yang digunakan saudara Muh Fauzan Multazam alias Ochan bin Agussalim Samad adalah miliknya.

Mursalim mengakui bahwa dirinya yang menjualnya seharga Rp100 ribu.

Terakhir, AKBP Budi Wahyono menyampaikan bahwa penyidik yang melakukan serangkaian tindakan proses pemeriksaan tes urine, menyebut hasil jika Mursalim positif pernah memakai narkotika jenis sabu

Dalam kesempatan itu, pihak keluarga Mursalim, dalam hal ini diwakili oleh Mansur, mendengarkan secara saksama pemaparan kronologis Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono. (yas/min)

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *