oleh

Pemkab Sidrap Bergerak Cepat Bantu Terdampak Bencana

-Sidrap-200 Orang Melihat

Katasulsel.com, Sidrap — Tak perlu menunggu lama. Usai terjadinya bencana angin kencang di wilayah Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu, 2 November 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap menyalurkan bantuan.

Adapun bantuan kedaruratan seperti mie instan, beras dan tenda-tenda itu, diserahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap, Siara Barang alias Sibar (Siaga Bencana Bersama Rakyat) di dua lokasi bencana, Minggu, 3 November 2019

Siara Barang menjelaskan, bantuan kedaruratan tersebut merupakan bantuan awal dari pemerintah daerah yang diperuntukakan bagi sedikitnya 34 kepala keluarga (KK) masyarakat terdampak bencana.

“Sebanyak 34 KK masyarakat terdampak bencana angin kencang ini tersebar di dua kelurahan, yakni Kelurahan Baula dan Toddang Pulu,” ujar Siara Barang

Siara Barang merinci, 34 KK masyarakat terdampak bencana angin kencang itu, meliputi 23 rumah rusak ringan, 10 rusak sedang dan 1 rusak berat. Totalnya, 34 terdampak bencana

“Selain 34 rumah, ada juga satu kandang ayam rusak sedang kantor camat, BPP, SD7 Ampaita yang mengalami kerusakan ringan. Itu juga akan kita bantu perbaiki,” ketusnya

Seperti biasanya, pemerintah daerah akan memanfaatkan dana tak terduga bersumber dari APBD 2019.

Adapun mengenai besar kecilnya bantuan yang akan diberikan kepada terdampak, disesuaikan dengan nilai kerusakan berdasarkan hasil verifikasi dari tim Jitu Pasne (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana)

“Kalau sesuai Perbup, terdampak yang mengalami kerusakan berat akibat bencana, nilai bantuannya paling banyak Rp50 juta,” kata siara Barang.

Siara Barang juga menyampaikan, bantuan berupa uang tunai untuk para terdampak, sisa menunggu assesment penghitungan kerugian. Setelah itu, diajukan ke keuangan daerah.

“Tapi yang namanya bantuan bencana, itu cepat kok. Estimasi saya, bantuan itu paling lambat Selasa ini sudah bisa disalurkan,” katanya.

Terkahir, Bupati Sidrap H Dollah Mando, kata Siara Barang, senantiasa menghimbau masyarakat untuk selalu waspada cuaca ekstrem.

“Sekarang ini sudah memasuki mucim pancaroba dan diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi di Desember-Januari,” terang Siara Barang (dso)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *