oleh

Bertindak Aneh, Polisi Cek Urine Penikam Bocah Perempuan di Pinrang 

-HEADLINE, KRIMINAL, Pinrang-3.768 Orang Melihat

Katasulsel.com, Pinrang — Kepolisian di Polres Pinrang, masih terus mendalami motif penikaman seorang bocah perempuan di sekitar area Masjid Mujahirin Pacongan, Paleteang Pinrang, Sabtu, 16 November, pagi

Setelah berhasil mengamankan terduga pelaku atas nama Wahyu, pria asal Kampung Karondang, Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Mamuju, Sulbar, polisi kini mengorek keterangan pelaku.

Tindakan penting yang dilakukan polisi, yakni dengan melakukan tes urine kepada terduga pelaku.

Tindakan oleh Satnarkoba Polres Pinrang itu, penting dilakukan untuk memastikan ada-tidaknya pengaruh narkotika sehingga menyebabkan terduga pelaku bertindak seolah diluar kesadaran.

Perkembangan tersebut disampaikan Kasat Narkoba Polres Pinrang, IPTU Yudhit Dwi Prasetyo SIK saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara mengatakan, pihaknya telah mengorek keterangan dari terduga pelaku.

Selain tes urine, sebut AKP Dharma Negara, puhaknya juga kemungkinan besar akan melakukan tes kejiwaan terhadap terduga pelaku

Menurutnya, ada beberapa kejanggalan atau hal yang aneh dibalik kejadian tersebut.

Apalagi, kata AKP Dharma Negara, pengakuan sementara dari terduga, semua tindakan yang dilakukannya diluar kesadaran diri terduga pelaku

Kepada polisi, beber AKP Dharma Negara, terduga pelaku mengaku sebelumnya berangkat dari Kampung Tasiu, Kota Mamuju menuju ke Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng)

Lalu, tepat hari Jumat, 15 Nopember 2019, Wahyu berada di Kabupaten  Soppeng. Ia sempat salat Jumat di Soppeng sebelum balik ke arah Mamuju.

Namun, setelah tiba di batas Kota Pinrang (Jalan poros Pinrang – Rappang), terduga pelaku mengira ada yang membuntuti

Sehingga ia memutuskan tancap gas menuju ke Lasape (Jalan poros pinrang – polman), meski demikian, terduga pelaku masih mengira masih ada yang membututi, kemudian ia memutuskan kembali ke Kota Pinrang.

Saat itulah, terduga pelaku memasuki lorong yang tidak diketahuinya dan saat itu ia menganggap ada beberapa orang yang menggunakan kendaran yang mau menabrak dirinya

“Pengakuannya, saat itulah ia memustuskan memarkir mobilnya, lalu berjalan kaki sambil melihat keadaan. Pada saat itu pelaku menganggap banyak preman yang mengikutinya kemudian pelaku terus berdiri di pinggir jalan,” tutur AKP Dharma Negara.

Singkat cerita, pelaku mengaku seolah-olah melihat ibunya lewat di dekat lorong di Masjid Muhajirin (TKP penikaman)

Kemudian, terduga pelaku masuk ke dalam masjid dan bertanya terkait keberadaan ibu yang dilihatnya. Hanya saja, tak satupun warga mengaku melihatnya

Kemudian, terduga pelaku memeriksa di dalam masjid untuk memastikan keberadaan ibunya, kemudian terduga pelaku menganggap orang yang ada di dalam masjid bahwa orang yang mengikutinya.

Setelah itu, terduga pelaku keluar, namun di depan masjid ia melihat mobil yang sedang memuat pisang dan seolah-olah mengenalnya

Nah, saat itulah, terduga pelaku kembali merasakan dirinya sudah tidak aman lalu pelaku mengambil besi yang sebelum sudah di bawah terduga pelaku.

Melihat hal itu, orang yang ada di dalam masjid mulai panik dan keluar mengambil batu lalu melempari terduga pelaku

Saat itulah beberapa polisi datang bermaksud untuk mengamankan terduga pelaku bersama sebilah pisau yang dipegangnya

Hanya saja, terduga pelaku bukannya menyerahkan diri, namun ia justru berlari keluar dari masjid sambil memegang pisau dan menabrak korban (Bocah perempuan) yang berada berjalan di lorong dekat masjid.

Disitulah kemudian terduga pelaku melakukan penganiayaan atau penikaman pada dada korban yang menurutnya semua terjadi diluar kesadaran.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalanu perawatan intensif di RSUD Pinrang. Informasi terakhir, kondisi korban sudah mulai membaik

Laporan : Hamka Wellu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *