Rintihan Anak Sidrap, Amanda : Ayah, Jangan Mati Dulu, Kasihan Saya dan Kedua Adikku

  • Bagikan
Inilah Amanda dan kedua adiknya Salsabilah dan Sahrini yang sedang mendampingi ayahnya yang sedang sakit

Katasulsel.com — Remaja putri ini bernama Amanda.

Begitu kedua orang tuanya, Samsu dan Ani memberinya nama saat ia dilahirkan 13 tahun silam

Amanda terlahir dari keluarga yang pas-pasan. Mereka tinggal menumpang di sebuah (maaf), gubuk tua di samping Masjid Al-Manar, Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap

Amanda tidak sendiri, dia masih punya dua adik yang masih kecil-kecil. Namanya Salsabilah 8 tahun dan Sahrini 3 tahun.

Di usia yang masih sangat belia. Amanda terpaksa sudah harus menanggung beban yang cukup berat.

Selain ia harus merawat ayah dan ibunya, ia juga harus membagi waktu untuk mengasuh kedua adiknya-adiknya.

Bagaimana tidak, kedua orang tuanya sedang sakit.

Ayahnya, Samsu kini terbaring sakit akibat diabetes yang dialaminya. Tubuhnya sudah mengalami luka yang cukup parah

Sedangkan ibunya, Ani, menderita gangguan mental, hampir setiap malam ibunya berteriak-teriak tak jelas.

“Ya allah, inikah cobaan yang engkau berikan. Jujur, saya tak sanggup, tolong sembuhkan ayah dan ibu saya ya allah,” begitu kalimat yang keluar dari mulut Amanda mendo’akan kesembuhan ayah dan ibunya, Minggu, 26 April 2020.

Sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya, Amanda menceritakan jika ayahnya sudah pernah dirawat di RS Nene Mallomo (Nemal) Pangkajene, Sidrap.

“Ayah sempat dirawat selama beberapa hari di RS Nemal. Tapi kami memutuskan agar ayah dipulangkan dan dirawat saja di rumah,” tutur Amanda tanpa menjelaskan satupun alasan memulangkan sang ayah di rawat di rumah.

Kendati tak menjelaskan apa-apa, namun terlihat jelas raut kesedihan dan kekuatiran di wajah Amanda. Seolah Amanda ingin berkata jika dirinya tak punya tabungan apabila ayahnya terus-menerus dirawat di rumah sakit

Tentu, bukan untuk biaya pengobatan sang ayah di rumah sakit, karena menurut Amanda, ayahnya punya BPJS Kesehatan untuk menalangi biaya rumah sakit. Kemungkinan besar Amanda kuatir ada banyak biaya yang muncul apabila ayahnya terus-terusan di rawat di rumah sakit

“Maklum, dulu ayah saya cuma bekerja sebagai pemulung,” tutur Amanda, polos

Kini, Amanda berharap kesembuhan ayah dan ibunya. Ia ingin ayahnya kembali sehat untuk membesarkan dirinya dan juga kedua adik-adiknya.

Saat ini, Amanda juga mengaku sudah tak punya biaya untuk kebutuhan sehari-hari serta biaya untuk membeli obat ayah dan ibunya.

Ya allah, ya robbi….terima kasih jika ada yang berkenan membantu keluarga Amanda. Bantuan bisa diantar langsung ke rumah Amanda di samping Masjid Al Manar Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap. (yas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *