Home / Enrekang

Selasa, 12 Mei 2020 - 22:35 WIB

Bupati Enrekang Turun Langsung Ikuti Gerakan Tanam Serentak ala Mentan SYL

Berita ini 20 kali dibaca

Katasulsel.com, ENREKANG — Kabupaten Enrekang menjadi salah satu daerah yang dipilih Kementerian Pertanian, dalam Gerakan Tanam Padi dan Jagung Serentak se-Indonesia. Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) memantau langsung program ini lewat video conference, Selasa 12 Mei.

Bupati Enrekang Muslimin Bando didampingi beberapa pejabat turun langsung di lokasi penanaman jagung di Kecamatan Maiwa, sembari melaporkan program itu kepada Mentan SYL via Vicon.

Turut bergabung pada vicon tersebut, Gubernur NTT, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah bupati se Indonesia.

Dalam laporan singkatnya MB menyampaikan beberapa hal. Diantaranya bulan Mei ini panen jagung di Enrekang mencapai 11.750 hektar, sementara padi mencapai 5935 hektar.

Namun capaian itu masih bisa ditingkatkan lagi. Karena itu Enrekang sangat siap melaksanakan program-program Kementan. “Di Enrekang masih sangat banyak lahan tidur. Ini potensial dimaksimalkan, tentu dengan support pemerintah pusat dan daerah,” jelas MB kepada media.

Bupati juga menyampaikan kesiapan stok pangan di Enrekang selama 2020. Bahkan untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, Enrekang siap menyuplai daerah lain di Indonesia.

MB juga menggunakan kesempatan itu untuk mengajukan bantuan bagi para petani. Kepada Mentan SYL, Bupati Enrekang mengharap ada bantuan alsintan seperti traktor hingga mesin pengolah jagung.

“Khusus traktor-nya harus sesuai tipe-nya dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan. Agar produktif dan maksimal,” tutur bupati yang gemar bertani ini.

Sementara itu, SYL memuji para kepala daerah yang bersedia turun langsung memastikan gerakan tanam serentak terlaksana. “Kalau kepala daerah bersedia turun, mencium aroma sawah dan sungai, ini menandakan akan ada kemajuan bagi daerah itu,” ujar SYL.

Gerakan Tanam yang digagas Kementan, kata SYL merupakan salah satu bentuk antisipasi krisis pangan yang mengancam dunia, serta antisipasi kemarau panjang.

“FAO (organisasi pangan dunia, red) memprediksi terjadi krisis pangan pasca pandemi. BMKG juga memprediksi akan terjadi kemarau panjang. Karenanya, kita harus gencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya. Sehabis panen, langsung tanam lagi. Jika ini kita bisa di-akselerasi, krisis pangan tidak akan menyentuh Indonesia,” tegas Syahrul.

Menteri yang 25 tahun menjadi kepala daerah ini mengatakan, pandemi Covid-19 saat ini turut menghantam sektor perekonomian. Sehingga kesuksesan pertanian menjadi demikian penting. Maka dari itu, pahlawan Covid-19 bukan hanya tenaga medis, tetapi juga para petani yang memastikan ketersediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia ditengah pandemi.( Mbass)

Editor : Poufyannisa

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

Enrekang

Kanit Patroli Polsek Enrekang Berdiri di Hadapan Jamaah Masjid, Simak Penyampaiannya!!

Enrekang

Personil Polsek Curio Lakukan Olahraga Bersama Dan Korvei Demi Mencegah Penyebaran Virus Covid 19

Enrekang

Polisi Cinta Masyarakat ,,Bhabinkamtibmas Polsek Alla Polres Enrekang Berikan Ini

Enrekang

Lakukan Patroli Rutin, Kanit Sabhara Polsek Curio Polres Enrekang Temukan Siswa Diluar Lingkungan Sekolah Saat Jam Belajar

Enrekang

Tim Gabungan TNI-POLRI Dan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang Melaksanakan Pengamanan Pos Tanggap Darurat Covid 19 Di Perbatasan

Enrekang

Kanit Sabhara Polsek Maiwa Beri Himbauan Kepada Pemilik Kios-Kios dan Masyarakat Antisipasi Covid 19

Enrekang

Aiptu Prabawa Memberikan Himbauan kepada Penjual Takjil Menjelang Buka Puasa

Enrekang

Berbaur Bersama Guru Dan Siswanya, Kanit Sabhara Polsek Curio Polres Enrekang Kerja Bakti Dalam Kegiatan Jumat Bersih