Home / HEADLINE

Selasa, 12 Mei 2020 - 15:33 WIB

OPINI. Waspada Kasus Covid-19 pada Kelompok Berisiko di Toraja Utara

Berita ini 571 kali dibaca

Oleh : Rhamatya Tangnga Layuk

(31170119) Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
[email protected]

Virus corona merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada
hewan maupun manusia. Covid-19 sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus
corona jenis baru yang ditemukan pertama kali di Wuhan, China. Seseorang dapat tertular
Covid-19 melalui percikan-percikan (droplet) yang berasal dari saluran pernapasan seseorang
yang telah terinfeksi virus ketika sedang batuk atau saat mengeluarkan napas. Selain
terinfeksi secara langsung dari orang yang terinfeksi ketika berinteraksi, dapat juga melalui
droplet yang jatuh ke permukaan benda-benda lalu tanpa disadari kita menyentuh permukaan
benda-benda tersebut, kemudian menyetuh wajah terutama bagian mata, hidung dan mulut
sehingga virus dapat masuk dan menginfeksi tubuh. Gejala-gejala umum yang dapat timbul
ketika seseorang terjangkit Covid-19 antara lain demam, rasa lelah dan batuk kering. Selain
itu beberapa gejala lain seperti mengalami rasa sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit
tenggorokan dan diare juga sering dijumpai, bahkan terjadi kesulitan bernapas pada kasus
yang sudah berat. Umumnya, masa inkubasi atau jangka waktu dari awal terjangkit virus
hingga muncul gejala penyakit dari Covid-19 adalah berkisar 1 – 14 hari, dengan masa
inkubasi paling banyak umumnya sekitar 5 hari.

Sejak ditetapkannya pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional oleh Pemerintah
Indonesia pada tanggal 26 Maret 2020, perubahan dalam tatanan masyarakat ikut berubah.
Perubahan situasi membuat segala pelaksanaan kegiatan ikut mengalami penyesuaian, mulai
dari penetapan kebijakan social distancing yang menyebabkan beberapa instansi
pemerintahan, perusahaan atau industri bahkan instansi pendidikan menyelenggarakan segala
bentuk kegiatan menjadi berbasis online. Selain itu, pemerintah selalu mengingatkan
masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan serta menjaga kebersihan sehingga dapat
terhindar dari risiko terpapar virus corona.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan angka kasus Positif Covid-19
tertinggi di luar pulau Jawa. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi
Selatan hingga tanggal 11 Mei 2020 sudah 722 kasus positif yang dilaporkan dari rumah sakit
rujukan yang tersebar di seluruh daerah yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk Toraja
Utara sendiri, hingga tanggal 11 Mei 2020 berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi

Sulawesi Selatan tidak ditemukan kasus positif, tetapi terdapat 159 orang dalam pengawasan
dan 2 pasien dalam pengawasan. Data tersebut tentu membuat masyarakat Toraja Utara dapat
sedikit tenang, akan tetapi tidak menjadi alasan untuk melonggarkan kewaspadaan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Toraja Utara, hingga tahun 2020 jumlah
penduduk di Toraja Utara sebanyak 232.394 jiwa. Dari data tersebut jumlah penduduk
dengan kelompok usia 65 – 70 tahun ke atas sebanyak 18.776 jiwa. Hal tersebut tentu
menjadi tantangan bagi kabupaten Toraja Utara sendiri, karena berdasarkan sumber dari
WHO kelompok usia 65 tahun ke atas merupakan kelompok usia yang rentan terinfeksi
Covid-19 selain kelompok yang memiliki penyakit kronis yang dapat menyebabkan
komplikasi. Maka dari itu, dengan melihat data tersebut bahwa sekitar 8,08% orang berisiko
tinggi dapat terinfeksi virus dari kelompok yang tidak berisiko (di bawah umur 65 tahun)
namun dapat berperan sebagai carrier atau pembawa virus, sehingga dapat meningkatkan
jumlah kasus di Toraja Utara dan kenaikan yang terjadi akan signifikan karena jumlahnya
yang cukup besar, sehingga pemerintah dan masyarakat Toraja Utara harus senantiasa
waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.

Dengan menerapkan himbauan pemerintah seperti social distancing dengan
mengurangi kegiatan di luar rumah dan menjaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan
seperti menggunakan masker ketika bepergian di luar rumah serta senantiasa menjaga
kebersihan seperti mencuci tangan dengan air dan sabun dapat mengurangi risiko bagi
kelompok berisiko tersebut dari infeksi Covid-19 dan meningkatkan harapan hidup mereka.

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

HEADLINE

Wow, PNS Cantik Asal Karawang Ini Punya Wajah Mirip Miyabi

HEADLINE

Seluruh Peserta Rakerda Nasdem di Takalar Salam NH-Aziz

HEADLINE

Selamat Lettu (Mar) Eko Sufriyanto, Ajudan Menhub Ini Langsungkan Pesta Pernikahan di Sidrap

HEADLINE

Jokowi Senang Bisa Bertemu Pengusaha Sulsel, Ada dari Sidrap

HEADLINE

CPNS Sidrap, 4.622 Pelamar Berebut 121 Formasi

HEADLINE

P2TP2A Sidrap Sayangkan Siswa Dikeluarkan dari Sekolah

HEADLINE

Mau ke Sidrap, Presiden Utus Dua Menteri

HEADLINE

Fatmawati Temui Tokoh dan Komunitas Tolotang di Sidrap