Home / HEADLINE / Sidrap

Rabu, 8 Juli 2020 - 10:40 WIB

Mengaku-ngaku Anggota Polisi, Diduga Passobis di Sidrap

Berita ini 630 kali dibaca

Ilustrasi

Ilustrasi

Katasulsel.com — Aksi kejahatan yang diduga dilakoni oleh passobis di Sidrap, sudah tergolong nekat.

Bayangkan, ia tidak ragu mengatasnamakan diri sebagai anggota polisi hanya karena ingin menguras uang korbannya.

Sekadar diketahui, passobis adalah istilah sindikat penipuan online yang sudah dikenal luas di kalangan masyarakat Sidrap dan sekitarnya.

Kembali ke kisah awal. Passobis tersebut, awalnya berkenalan dengan korbannya, seorang perempuan dalam wilayah hukum Polres Sidrap

Perkenalan dimulai melalui akun facebook. Tak lama kemudian, komunikasi berlanjut melalui massanger. Selanjutnya, via whatsapp (WA).

Semula, korban tak menaruh curiga sedikitpun dengan pelaku. Maklum, sejak berkenalan hingga komunikasi via massager dan whatsapp, pelaku tak menunjukkan sedikit pun gelagak aneh

Tapi namanya juga passobis, dia tentu sangat cerdik memancing mangsanya. Hingga beberapa lama sejak berkenalan, pelaku belum memulai aksinya.

Aksi pelaku, baru ia mulai beberapa bulan kemudian. Pelaku mengaku sebagai salah seorang anggota kepolisian

Adapun cara pelaku meraup untung dari korban, yakni meminta tolong kepada korban agar membantunya pindah bertugas ke Polres Sidrap. Begitu modusnya.

Perlahan, pelaku mulai beraksi. Ia meminta korban meminjamkan uang sebanyak Rp15 juta. Alasannya, uang itu akan dipakai sebagai uang pelicin.

Karena sudah terlanjur percaya, korban pun menyanggupi dengan mentransfer uang dengan cara diangsur. Total yang dikirimnya di rekening berbeda sebesar Rp14 juta.

Merasa permintaannya sudah terpenuhi, pelaku kemudian menjanjikan korban akan mengembalikannya. Pelaku berjanji akan menggenapkan Rp20 juta.

Korban baru tersadar setelah uang yang dijanjikan oleh pelaku tak kunjung dikembalikan.

Jangankan Rp20 juta yang dijanjikan, Rp14 juta yang telah korban kirimkan pun tak sepeserpun dikembalikan oleh pelaku.

Korban mulai kesal. Sebab, chat di Whatsapp sudah tak digubrisnya. Bahkan panggilan telepon pun sudah tak bisa terjawab.

“Hal itulah yang mendasari saya melaporkan perbuatan pelaku,” tutur korban sesaat beranjak meninggalkan Kantor Polres Sidrap, Selasa, 7 Juli 2020.

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika SIK saat dihubungi terpisah, mengaku belum mempelajari pengaduan korban.

“Laporannya belum nyampai ke meja kami. Pastinya kalau sudah dilaporkan akan kita tindaklanjuti,” kata AKP Benny, menutup (yas)

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

HEADLINE

Pencatut Kapolres Sidrap, Uang Tipuan Habis di Malam Tahun Baru

HEADLINE

Demi Bantu Korban Banjir, Polisi Sidrap Rela Berjalan Kaki dan Lepas Sepatu

HEADLINE

Kabar Terkini, 4 Warga Sidrap Tertular Covid-19

HEADLINE

AJB, Dari Remaja Masjid hingga Ketua KNPI Sidrap

Sidrap

Perumahan Mario Yasmin Ikut Sponsori Jalan Santai KAHMI Sidrap

HEADLINE

Pemudik Panik, Tanrutedong Sidrap Mendadak Banjir

Sidrap

Sambil Kampanye, Paslon Fatma Cek Program Melek Al Quran Di Majelling Wattang

Sidrap

Pemkab Sidrap Serahkan RAPBD-P 2019 ke DPRD