Duka di Masamba, Nestapa di Sidrap

  • Bagikan

Katasulsel.com — Masamba, Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah berduka. Bumi Angin Mamiri Sulawesi itu, tengah dilanda bencana banjir bandang, Senin malam, 13 Juli 2020.

Meski banjir bandang itu hanyalah susulan setelah sebelumnya juga telah terjadi, namun bencana kali itu, menjadi duka yang mendalam.

Rumah, hingga fasilitas publik seperti, sekolah, tempat ibadah serta jembatan, rusak parah

Dilaporkan, Kecamatan Masamba, Luwu Utara menjadi yang terparah. Banjir bandang malam itu, mengakibatkan jembatan permanen Tandung, di Desa Baloli, terputus.

Padahal, jembatan tersebut menjadi alat vital warga. Jembatan itu satu-satunya akses penghubung untuk beberapa desa

Menurut warga, Riswan, itu adalah banjir terparah dari banjir-banjir sebelumnya yang pernah melanda wilayah itu, “Duka Masamba,” begitu ia menyebutnya

Dari kejadian itu, bebernya, ada ratusan warga di Kecamatan Masamba yang beranjak dari tempatnya, “Rumahnya bergerak-gerak,” katanya, mengisahkan.

Sementara itu, curah hujan yang tinggi, juga mengakibatkan meluapnya air di Danau Sidenreng, Sidrap.

Sedikitnya empat kecamatan terdampak banjir di daerah berjuluk Bumi Nene Malomo tersebut. Ratusan unit rumah tergenang. Terparah dialami warga di Kelurahan Wetteé, Kecamatan Panca Lautang.

Meski masih tergolong banjir biasa, namun setidaknya bencana alam tahunan itu, ikut melumpuhkan aktivitas warga terdampak.

Belum lagi, laju pergerakan tumbuhan gulma eceng gondok dari dalam danau yang setiap saat mengancam perumahan warga.

Pemerintah setempat, melalui Badan Pengelola Bencana Daerah (BPBD) sedang melakukan upaya-upaya penanggulangan. TNI-Polri ikut membantu BPBD. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *