Home / HEADLINE / Sidrap

Senin, 11 Januari 2021 - 12:15 WIB

Pupuk Diduga Palsu Beredar di Sidrap

Berita ini 174 kali dibaca

Katasulsel.com, Sidrap — Sebanyak 10 ton pupuk diduga palsu ditemukan di salah satu kolom rumah warga di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Pupuk non subsidi untuk pertanian dan perkebunan itu berkemasan 50 Kilogram (Kg) dengan merk Phoska yang di produksi oleh PT Nico Mandiri Sejahtera.

Pupuk yang diduga palsu itu sudah banyak beredar di kalangan petani di wilayah Kecamatan Watang Pulu dan sebagaian di Kecamatan Baranti.

Penemuan pupuk tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sidrap, H.Sudarmin yang dikonfirmasi  melalui telepon selulernya, Senin, 11 Januari 2021.

“Benar, kami bersama tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sidrap telah melakukan mengecekan dilapangan dan ternyata pupuk tersebut palsu, berbeda dengan pupuk yang umumnya beredar,” ucapnya.

BACA JUGA :   10 Orang Sembuh Sore Ini, Covid-19 Segera Hengkang dari Sidrap

Dugaan pemalsuan pupuk non subsidi itu dikarenakan dari isi atau konten pupuk tidak sesuai dengan standar pupuk pada umumnya.

Sudarmin menerangkan, pupuk jenis Phoska itu diperkirakan sudah beredar 2 hingga 4 ton dikalangan kelompok tani (Koptan) di kecamatan Baranti, terutama di Desa Tonrongnge.

“Hasil penelusuran pada Koptan binaan kita di Baranti sudah ada petani menggunakan, terutama di Desa Tonrongnge. Perkiraan satu kontainer atau sudah ada 2 hingga 4 ton beredar,” lontarnya.

Senada diungkapkan oleh Plt Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim mengaku sangat menyesalkan dengan adanya pupuk palsu yang beredar dikalangan petani.

BACA JUGA :   Pemotor NMax Pilih Lompat ke Kebun, Accidental Streak Terjadi di Tanjakan 3 Pucué Sidrap

Dia mengatakan, pupuk diduga palsu itu menyamai pupuk Phonska yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik.

Menurutnya, penggunaan pupuk diduga palsu dikalangan petani ini dikarenakan bertepatan dengan masa tanam dan usia padi yang kini jadwalnya sudah memerlukan kebutuhan pupuk.

Disamping itu adanya masa tenggang waktu akhir tahun untuk pendistribusian pupuk bersubsidi dari pemerintah daerah sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab mengedarkan pupuk palsu.

“Ini yang harus diwaspadai oleh petani kita. Jangan pakai pupuk merk Phoska karena itu tidak sesuai standar zat kandungan rekomendasi pupuk pada umumnya,” tegasnya.

BACA JUGA :   Proyek Pemprov Aliri Sawah 18 Desa di Wajo

Untungnya, kata Ibrahim, pengakuan petani yang sudah terlanjur menggunakannya itu rata-rata belum membayar distributor.

Padahal petani mengaku membelinya murah yaitu Rp115 ribu untuk kesnya persak dan Rp145 ribu persak untuk dipinjam, habis panen baru bayar.

Harga tersebut sama dengan harga pupuk bersubdisi pada umumnya. Padahal dikemasan pupuk palsu itu non subsidi.

“Kami sudah menemukan dua orang korban dari kalangan petani karena memakai pupuk palsu tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, pupuk yang diduga palsu itu kini diamankan di amankan di Mapolres Sidrap guna penyelidikan lebih lanjut. (mds/ibe)

 

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

HEADLINE

Sidrap Kembali Berkabung, Selamat Jalan Bapak Suardi Galung!

HEADLINE

Intip Cara Pemkab Sidrap Asah Kemampuan Anak Berorganisasi

Berita

Kodim 1420 Sidrap gelar Perlombaan Baris Berbaris Peringati HUT TNI ke 74

HEADLINE

Pelabuhan Nusantara Parepare Mulai Dipadati ‘Passompe’

HEADLINE

Hasilnya Mengejutkan, Penggeledahan Toko Miras di Sidrap

HEADLINE

Fendy Kabur dari Lapas Parepare Setelah Divonis 10 Tahun

HEADLINE

Polres Sidrap Bekuk Pria Yang Diduga Gelapkan Mobil Dinas Pemkab

HEADLINE

Terdakwa Kasus Penombakan Andi Karodding di Sidrap Segera Divonis