Home / HEADLINE

Selasa, 12 Januari 2021 - 19:52 WIB

KNKT : Butuh Seminggu ‘Membaca’ Data Black Box Sriwijaya Air SJ 182

Berita ini 132 kali dibaca

Ilustrasi dan Info Grafis Sriwijaya Air SJ182 Jatuh ke Laut.

Ilustrasi dan Info Grafis Sriwijaya Air SJ182 Jatuh ke Laut.

Katasulsel.com — Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, akhirnya ditemukan, di hari ke empat pencarian, Selasa, 12 Januari 2020

Kotak hitam berisi data penerbangan yang diharapkan dapat mengungkap penyebab jatuhnya pesawat nahas tersebut ditemukan tim penyelam terpisah dari titik serpihan pesawat yang ditemukan sebelum-sebelumnya.

Black box tersebut kemudian diangkut menggunakan KRI Rigel ke Posko JICT, Tanjung Priok.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Thahjono dalam keterangan persnya menyampaikan terimakasih kepada TNI-Polri, Basarnas dan stakeholder lainnya yang tergabung dalam tim tersebut

BACA JUGA :   Dikawal Polisi, 4 Warga Sidrap Ini Langsung di Rapid Test Usai Tiba dari Malaysia

Selanjutnya, Soerjanto Thahjono mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu paling singkat sepekan dan paling lama satu tahun untuk dapat ‘membaca’ data yang ada di dalam kotak hitam milik Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh tersebut

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

BACA JUGA :   Pemkab Sidrap Rilis Keadaan Terbaru Covid-19

Black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) atau percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan.

FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.

BACA JUGA :   Sahar Besuk Ayah Amanda di Arateng Sidrap

Black box juga dilengkapi perangkat yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB). Perangkat tersebut akan aktif segera setelah perekam bersentuhan dengan air dan dapat mengirimkan sinyal dari kedalaman 14.000 kaki.

Dengan penemuan black box Sriwijaya Air SJ-182 itu, diharapkan penyebab kecelakaan pesawat nahas tersebut segera terungkap dan menjadi bahan evaluasi bagi dunia penerbangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali (*)

Bagikan Berita Ini :

Baca Berita Lainnya :

HEADLINE

Pilkada Sidrap, Duel FatMa Versus DoaMu

HEADLINE

Jaksa Sidrap Ini Rajin Antarkan Makanan Tahanannya, Siapa Dia?

Bulukumba

Polisi Sidrap Tenggelam di Pinrang Dimakamkan di Bulukumba

HEADLINE

Yakin Oppo, PPP Rekomendasi Judas Amir

HEADLINE

Kebakaran di Sidrap Akibat Lilin saat Mati Lampu

HEADLINE

Totalitas, Tim Trauma Healing Polda Sulsel Ikut ‘Bermandikan’ Lumpur di Luwu Utara

HEADLINE

Bupati Soppeng Curiga Keaslian Paraf Guru di Absensi

HEADLINE

Selamat, Sekda Sidrap Sudirman Bungi Tempuh Hidup Baru