Pelukan Terakhir Sang Istri, Jenazah Wahyuddin di Bawa ke Wetteé Sidrap

  • Bagikan
Ratnasari dan keluarga menangisi kepergian jenazah Wahyuddin yang meninggal dunia. Pada bagian lain (Insert) terdapat foto almarhum yang mengenakan gaun pernikahannya beberapa waktu lalu

Katasulsel.com Sidrap – Kebahagiaan Ratnasari yang didapatnya setahun silam usai dipersunting suami tercinta, Wahyuddin, seketika berubah menjadi duka.

Sang suami, Wahyuddin, meninggal dunia saat berangkat bekerja.

Almarhum disebutkan mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor di perbatasan Wajo-Bone, Kamis, 11 Februari 2021

Pada hari nahas itu, Wahyuddin rencananya akan melakukan survei kepada salah satu calon nasabahnya. Kebetulan, selama ini Wahyuddin adalah karyawan salah satu koperasi di Wajo.

Di rumah duka, di Wetteé, Sidrap, (Lihat gambar di atas, red) tampak sang istri Ratnasari sedang memeluk dan mencium kening jenazah suaminya. Itu adalah pelukan terakhir dari seorang istri.

Sebagai istri, Ratnasari, warga asal Desa Wolangi, Kecamatan Barobbo, Kabupaten Bone itu, tentu sangat terpukul dengan musibah yang merenggut nyawa suaminya tersebut.

Apalagi, pernikahannya masih tergolong muda, baru sekira satu tahunan, serta anaknya masih sangat kecil. Baru berusia 5 bulan.

“Selamat jalan suamiku, kamu adalah sosok suami yang sangat baik. Kami sangat mencintaimu, semoga Allah SWT memberimu tempat yang sangat layak di sisi-Nya,” tutur Ratnasari detik-detik pemakaman jenazah suaminya di kampung kakek dan neneknya di Wetteé, Sidrap, Jumat, 12 Febaruari 2021.

Sementara itu, kedua orang tua Wahyuddin, H Taju dan Hj Munira, berharap polisi melakukan penyelidikan lebih mendalam atas meninggalnya putranya.

“Informasi yang kami terima, dia mengalami kecelakaan tunggal. Tapi satu yang perlu diketahui, sepeda motor anak kami tidak rusak sedikit pun. Maka itu, kami mohon pak polisi mengusutnya,” pinta H Taju (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *