KPK Ungkap Peran ER Hingga NA Jadi Tersangka

  • Bagikan
Ketua KPK Firli Bahuri

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersangka. Selain NA, dua orang lainnya menyandang status yang sama

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan dalam kasus itu, NA menerima suap Rp 2 miliar dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS) sebagai imbalan atas izin proyek pekerjaan infrastruktur pada 26 Februari lalu.

“Uang tersebut diterima melalui ER (Edy Rahmat), jadi ER inilah yang menjadi perantara jatah proyek bagi NA,” kata Firli Bahuri di kantornya di Jakarta Selatan, Minggu, 28 Februari 2021.

Lalu siapa ER ini, mengapa begitu spesial bagi NA?

ER saat ini menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan. Menurut Firli, ER sepertinya orang kepercayaan NA.

Dalam kasus yang menimpa NA ini, ER memiliki peran yang luar biasa, mengkomunikasikan berbagai hal, mulai tawar-menawar hingga memastikan jatah proyek dari Agung untuk NA, semua dilakukan oleh ER

Ketua KPK itu melanjutkan, NA tak hanya menerima uang dari AS akhir 2020 lalu, ada juga diterima sebesar Rp 200 juta dari kontraktor lain.

Kemudian, pertengahan Februari 2021, NA melalui orang berinisial SB juga disebutkan menerima uang sebesar Rp 1 miliar, “Lalu di awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 2,2 miliar,” kata Firli lagi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *