Perjuangan Mahasiswa STIH Cokroaminoto Pinrang Asal Sidrap Meraih Gelar Sarjana Hukum (Bagian 2) – Ditempuh Selama 4 Tahun, Tenaga Pengajar Magister Hingga Doktor Ilmu Hukum

  • Bagikan
Ilustrasi

STIH Cokroaminoto Pinrang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) ternama di Wilayah Ajatappareng. Kampus hijau itu, sudah menelorkan banyak sekali sarjana hukum

Laporan : Suardi Terru

SEJENAK, kampus yang terletak di Laleng Bata, Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, terlihat biasa-biasa saja.

Namun, siapa sangka, STIH Cokroaminoto Pinrang tersebut sudah banyak sekali menelorkan sarjana hukum dengan berbagai latar belakang profesi yang ada.

Mulai dari mahasiswa reguler (tamatan SMA/SMK/MA), karyawan swasta, Kepala Desa, pegawai daerah (ASN), Komisioner KPU, anggota TNI/POLRI, hingga Anggota DPRD

Terbaru, PTS berstatus akreditasi B berdasarkan hasil penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) itu, kembali melahirkan ratusan sarjana hukum

Para lulusan angkatan tahun 2017 tersebut, berasal dari berbagai daerah di Sulsel dan Sulbar (Sulawesi Barat). Khusus dari Sidrap, kampus tersebut mencatat sedikitnya 12 sarjana hukum baru.

“Dari Sidrap itu, kita catat sebanyak dua belas orang, sepuluh mahasiswa diantaranya telah dikukuhkan menjadi sarjana hukum melalui rapat yudisium belum lama ini,” kata Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Muhammad Rizal H, S.H., M.H., Selasa, 6 Juli 2021.

Pantas saja, kampus yang berdiri sejak 5 Juli 2001 dengan dengan Nomor SK 61/D/O/2001, tanggal 5 Juli 2001 tersebut, selalu menjadi primadona bagi masyarakat Sulsel dan Sulbar, apalagi dengan status akreditasi B dari BAN-PT yang disandangnya hingga tahun 2026.

Terbukti, setiap tahunnya, kampus yang kini diketuai oleh Dr H Thamrin Pawelluri, M.,Pd itu, selalu diserbu ratusan calon mahasiswa. Lagi-lagi, mereka berasal dari berbagai pelosok di Sulsel, Sulbar, bahkan ada luar provinsi.

Ketua STIH Cokroaminoto Pinrang, Dr H Thamrin Pawelluri, M.,Pd dalam suatu kesempatan di ruang kerjanya menyatakan optimismenya akan masa depan perguruan tinggi yang dipimpinnya itu.

Bahkan, kata Dr Thamrin, tidak lama lagi, lembaga pendidikan tinggi yang dibinanya itu sudah akan membuka program magister hukum secara permanen. “Saat ini, kelengkapan perizinan dan infrastrukturnya sudah dimaksimalkan,” akunya.

Kembali ke jenjang strata satu (S.1) Ilmu Hukum STIH Cokroaminoto, papar Dr Thamrin, pemerintah telah membuat aturan baru yang mempersingkat batas maksimal durasi masa pendidikan sarjana (S.1), dari semula maksimal tujuh tahun, menjadi paling lama lima tahun.
Aturan baru itu, kata Dr Thamrin, tertuang dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

“Kita sendiri disini (STIH Cokroaminoto Pinrang), selalu mengikuti pedoman pendidikan tinggi dan paling lama 4 tahun sudah bisa selesai dan menyandang gelar sarjana hukum setelah menuntaskan seluruh beban Satuan Kredit Semester (SKS),” akunya. (*/Bersambung ke bagian-3)

Berikut Nama Tenaga Pengajar/Dosen STIH Cokroaminoto Pinrang :

-DR. THAMRIN PAWALLURI
-Hj. WILDANAH, S.Ag., M.H.
-ILWAN SUGIANTO, S.H, M.M.
-MUHAMMAD RIZAL HASIM, S.H. M.H.
-RASMA SAMMA. S.H.I., M.H.
-H. JAMRUDDIN M. TADJO, S.H, M.H.
-BAHTIAR, S.H., M.H.
-Drs. H. ISMAIL ABU, S.S, M.H.
-ANDI RIVAI, S.H.,M.H.
-RUSLAN, S.H., M.H.
-HENDRIK LALLA, S.Pd., M.Pd
-DR. ERFIAN NURDIRMAN, S.H., M.Kn.
-BAMBANG ADY GUNAWAN, S.H., M.H.
-DR. SULTANG, S.H., M.H.
-DR. MUHAMMAD NUR, M.H., M.Si
-DR. H. IMRAN, S.Ag, S.H, M.H.
-ABD. RAHMAN, S.H., S.Pd., M.Si.
-RUDIY, S.H, M.H.
-DR. MASYKUR BADUKA, S.Pd.I, M.Pd.I
-SUDIRMAN, S.H., M.H.
-DR. ABD. KADIR, M.Pd.
-SOIMA, S.H., M.Kn.
-ALAMSYAH, S.H.
-A. AMIRULLAH, S.E, M.M.
-BULKIS, S.H., M.H.
-PAIMAN LATIF, S.H., M.H.
-ANDI HAERUN, S.H, M.Sc.
-AHMAD, S.E., M.H.
-ANDI RELLANG, S.H., M.H.
-Dra. Hj. NURHAYATI JAFAR, M.H.
-DRS GUSRI, M.Si., SH., M.H.
-DR. H. JUMADI S, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H.
-H. HUSER RAMPAGOA, S.E., S.H., S.Pd., M.H.

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *