Example 650x100

Oleh: Muchtar Ahmad Yasin
Mahasiswa Prodi Akuntansi,
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Konsep filsafat hukum sebagai cabang filsafat yaitu filsafat etika dan moral memerlukan penjelasan. Filsafat hukum sendiri termasuk dalam kerangka penelitian filosofis. Mengenai asal-usul, “filsafat” berasal dari kata Yunani philosophies. Kata filsafat terdiri dari kata son yang berarti cinta atau keinginan, dan sofie yang berarti kebijaksanaan. Filsafat dapat diartikan sebagai cinta atau keinginan akan kebijaksanaan atau kearifan hidup. Apalagi banyak definisi atau perumpamaan filsafat tentang pengertian ini. Etika sebagai bagian dari filsafat, sebagai ilmu etika mencari kebenaran dan sebagai filsafat yang mencari kebenaran. Tugas etika tertentu adalah mencari standar baik dan buruk untuk perilaku manusia. Dalam sejarah perkembangan pemikiran filsafat, seorang filsuf selalu berbeda dengan yang lain. Definisi filsafat dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu etimologi dan terminologi. Kata Arab untuk filsafat adalah filsafat, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai filsafat, yang berasal dari bahasa Yunani filsafat. Kata philosophia tersusun dari philein yang artinya cinta, dan sophie yang artinya kebijaksanaan, jadi secara etimologis, filsafat adalah cinta kebijaksanaan dalam arti yang paling dalam. Filsafat adalah kebijaksanaan hidup artinya yang dimaksud dalam filsafat adalah hidup secara keseluruhan, pengalaman dan pengertian.

Dengan kata lain, objek filsafat bersifat universal, meliputi segala sesuatu yang ditemui manusia. Oleh karena itu, memikirkan sesuatu secara filosofis berarti menemukan makna sebenarnya dari benda itu dengan memandangnya pada cakrawala yang paling luas, hanya itu saja. Namun demikian, pengertian filsafat tidak dapat dijelaskan dengan definisi saja, melainkan hanya dapat digali dan dialami melalui filsafat itu sendiri. Dengan kata lain, cara terpenting untuk memahami filsafat adalah berfilsafat. Filsafat adalah berpikir. Dalam hal ini tidak berarti sesuatu yang dikatakan berpikir adalah berfilsafat, karena berfilsafat adalah berpikir dengan ciri-ciri tertentu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, serta hak dan kewajiban moral (akhlak). Mengenai etika ini, Bartens menjelaskan bahwa etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ethos dalam bentuk tunggal yang berarti kebiasaan, tata krama, tata krama yang baik.

Jadi etika adalah cabang filsafat yang membahas tentang tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitannya dengan baik dan buruk. Saat mempelajari etika, diharapkan Anda dapat membedakan istilah-istilah umum seperti etika, standar, dan moral. Selain itu, ia dapat mengetahui dan memahami perilaku apa yang baik dan sikap yang baik menurut teori-teori tertentu.

Example 970x970

membahas pemberitaan bohong kepada Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan ajudannya Brigadir J. Semula diketahui publik, Brigadir J menembak mati ajudan lainnya, yakni Bharada E, karena Sambo mengakui masalahnya. Brigadir J ingin “memperkosa” istrinya Ny. C. Padahal, Ferdy Sambo menyusun rencana pembunuhan tersebut secara terstruktur dengan melibatkan berbagai pihak kepolisian baik di tingkat tertinggi jenderal maupun di tingkat terendah, seperti Bharata . (pangkat polisi terendah di Indonesia).

Etika merupakan bagian dari sisi aksiologis filsafat. Etika ini sering disebut dengan filsafat moral karena etika menyangkut tindakan manusia untuk menentukan nilai tujuan hidup. (Karisna, N. N. (2018) Etika dan filosofi Se dalam kasus Ferdy Sambo memperkirakan media di Indonesia memiliki cabang tersendiri sebagai bentuk komunikasi massa. Pemberitaan media atas kasus Ferdy Sambo sebenarnya merupakan upaya yang dilakukan Sambo untuk memalsukan berita agar sang jenderal tidak menjadi penjahat. Namun, setelah melalui uji coba yang panjang, media mendapat kesan bahwa mereka memberitakan berita yang legitimasinya bisa dipertanyakan. Dalam kaitannya dengan filosofi dan etika, tanggung jawab merupakan topik penting dalam pemberitaan karena tanggung jawab adalah kemampuan seseorang untuk memahami bahwa semua tindakan memiliki konsekuensi. Peran media sebagai pilar demokrasi adalah menerapkan standar akuntabilitas tersebut agar kualitas pemberitaannya faktual dan tidak menimbulkan persoalan yang dapat memecah belah bangsa.

Catatan : Artikel ini dikirim langsung oleh penulis dan terkait segala konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.