Kritik terhadap Pemerintah Kota Parepare terkait bukti kurangnya kemampuan DR. Taufan Pawe, SH, MH dalam mengantisipasi banjir yang mengakibatkan kerusakan pemukiman dan korban jiwa, didasarkan pada beberapa masalah yang muncul di wilayah tersebut.
Oleh: Gustam
Pemerhati sosial, mantan anggota DPRD Parepare
BEBERAPA pemicu yang disebutkan termasuk perencanaan seluruh drainase yang tidak berfungsi dan tidak dijaga secara berkala, kurangnya upaya normalisasi sungai Karajae dan sungai Jawi Jawi beserta bantaran sepanjang bantaran, serta kekurangan penghijauan di sepanjang bantaran sungai yang menyebabkan tanah longsor dan erosi.
Kritik-kritik ini mengisyaratkan bahwa pemerintah kota Parepare tidak memprioritaskan infrastruktur yang diperlukan untuk mengatasi banjir dan melindungi pemukiman dari kerusakan dan hanya lebih utamakan estetika kota saja. Jika perencanaan drainase tidak berfungsi dan tidak dipelihara secara berkala, maka sistem saluran air tidak akan mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik saat terjadi banjir. Upaya normalisasi sungai dan bantaran mereka juga penting untuk memastikan aliran sungai yang lancar dan mengurangi risiko banjir.
Selain itu, penghijauan di sepanjang bantaran sungai merupakan langkah penting dalam mencegah tanah longsor dan erosi. Vegetasi seperti pohon-pohon yang ditanam di sepanjang bantaran sungai dapat membantu menjaga kestabilan tanah dan mengurangi erosi. Tanpa penghijauan yang memadai, tanah longsor dan erosi dapat terjadi dengan lebih mudah, mengakibatkan sungai menjadi dangkal dan meningkatkan risiko banjir.
Kritik terhadap DR. Taufan Pawe, SH, MH, sebagai kepala pemerintahan kota Parepare, adalah bahwa dia tidak berhasil dalam mengatasi dan mencegah masalah-masalah ini. Sebagai pemimpin, tanggung jawabnya adalah untuk memastikan bahwa infrastruktur yang diperlukan untuk mengatasi banjir ada dan berfungsi dengan baik, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi warga kota dari bahaya banjir.
Dalam menghadapi kritik ini, pemerintah kota Parepare seharusnya merespons dengan serius dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki situasi. Ini termasuk perbaikan dan pemeliharaan sistem drainase, normalisasi sungai dan bantaran mereka, serta pelaksanaan program penghijauan yang efektif. Selain itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait, termasuk dinas air, dinas pelestarian lingkungan, dan dinas perencanaan kota berserta DPRD Kota Parepare, untuk mengatasi masalah banjir secara holistik dan efisien.