Dalam konteks politik Sulawesi Selatan (Sulsel), kata “melenting” mungkin terdengar baru dan agak asing. Namun, jika kita merenung lebih dalam, konsep ini memiliki potensi besar untuk menggambarkan kebutuhan akan pemimpin yang visioner dan berani dalam mendorong pembangunan daerah.

Penulis: Dr. Syamsul Bahri, S. Farm., M. Kes

PEMILIHAN calon gubernur di Sulsel menjadi sorotan utama dalam periode politik terkini.

Dengan tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan persaingan global yang semakin ketat, Sulsel membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu berjalan seiring dengan arus, tetapi juga mampu melompat jauh melebihi ekspektasi.

Dalam dunia olahraga, gaya melenting dalam lompat jauh dikenal sebagai teknik yang memungkinkan atlet untuk mencapai jarak yang jauh dengan langkah panjang yang dinamis.

Hal ini mencerminkan keberanian untuk melampaui batas-batas yang telah ditetapkan sebelumnya. Begitu juga dalam dunia politik, Sulsel membutuhkan pemimpin yang mampu melampaui batas-batas konvensional dalam mewujudkan visi pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, figur yang muncul adalah H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si., atau yang lebih dikenal dengan akronim AIA. Lahir pada 26 Juni 1976, AIA telah menunjukkan potensi sebagai pemimpin yang energik dan cerdas, tetapi yang lebih penting, ia memiliki potensi untuk menerapkan konsep melenting dalam membawa Sulsel maju.

Menurut penulis, AIA tidak hanya memiliki karakteristik energik dan cerdas, tetapi juga memiliki konsep melenting yang diperlukan untuk membawa Sulsel mencapai kemajuan yang signifikan dalam waktu singkat.

“Paradigma melenting dalam sebuah konsep pembangunan di era modern sangat-lah diperlukan,”

“Pembangunan berkelanjutan dan inovasi adalah keniscayaan, namun dibutuhkan figur yang memiliki kapasitas untuk membawa Sulsel mencapai pencapaian pembangunan dengan lompatan yang jauh dan cepat.”

Konsep ini mengajak kita untuk tidak hanya berlari mengejar ketertinggalan dalam pembangunan, tetapi juga untuk melompat dan melebihi batas-batas yang telah ditetapkan sebelumnya. Istilah yang sering diucapkan Pak Jokowi adalah bertindak out of the box

Sekali lagi, Sulsel saat ini membutuhkan calon pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga keberanian untuk melangkah lebih jauh dan menciptakan terobosan yang nyata dalam pembangunan daerah.

Dengan mengadopsi konsep melenting ini, Sulsel dapat mengubah paradigma pembangunan menjadi lebih dinamis dan progresif. AIA muncul sebagai sosok yang mampu membawa perubahan tersebut dengan langkah-langkah yang cepat dan berani.

Oleh karena itu, dalam momentum pemilihan calon gubernur Sulsel, kita perlu memberikan perhatian khusus pada figur seperti AIA, yang memiliki potensi untuk menerapkan konsep melenting dalam memimpin Sulsel menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. (*)

Dapatkan berita terbaru di Katasulsel.com