Example 650x100

Keesokan harinya, ketika mereka berdiri di depan Patung Liberty, saya berharap mereka melihat lebih dari sekadar keindahan artistiknya. Liberty bukan hanya patung, tetapi representasi dari cita-cita universal tentang kebebasan dan hak asasi manusia. Namun, kebebasan tanpa moral adalah hampa. Di sinilah peran penting Islam sebagai panduan moral yang membawa kebebasan menuju kebermanfaatan.

Di Masjid Al-Hikmah dan Masjid Amirul Mukminin, mereka akan merasakan denyut kehidupan Islam di Amerika. Masjid-masjid ini adalah saksi bagaimana komunitas Muslim bertahan dan berkembang, bahkan di tengah tantangan Islamofobia. Di sana, saya ingin mereka belajar bahwa menjadi Muslim di mancanegara adalah tentang menjadi duta: membawa akhlak terbaik, menjalin hubungan, dan menunjukkan Islam sebagai rahmat bagi semua.

Saat sore menjelang dan mereka berdiri di jembatan Brooklyn, menghadap ke arah cakrawala New York, saya ingin mereka melihat bahwa jembatan itu bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah simbol koneksi, menghubungkan yang berbeda, menyatukan yang terpisah. Seperti itulah peran seorang intelektual Muslim: menjadi jembatan antara nilai-nilai agama dan modernitas, antara tradisi dan inovasi, antara Indonesia dan dunia.

Example 970x970

Minggu nanti, ketika kami bertemu Konsul Jenderal RI, saya yakin pesan yang akan disampaikan tidak jauh berbeda: tentang pentingnya menjaga marwah bangsa di tanah asing. Diplomasi bukan hanya tugas para pejabat. Setiap orang Indonesia di luar negeri adalah diplomat, baik melalui kata-kata, perilaku, maupun karya mereka.

Perjalanan ke Washington D.C. setelahnya akan menjadi babak baru. Di sana, kami akan merasakan denyut kekuasaan Amerika, melihat Gedung Putih, Capitol Hill, dan berbagai monumen yang menjadi lambang demokrasi negara ini. Tetapi, saya ingin mahasiswa-mahasiswa ini mengingat bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada gedung-gedung megah atau institusi besar, melainkan pada moralitas yang mendasari setiap keputusan.