Example 650x100

Laporan: Queto Agatha

Konawe, katasulsel.com – Hari ini, Selasa, 25 Februari 2025 panas bukan hanya terasa dari sengatan matahari di langit Konawe, tapi juga dari suara lantang puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Aktivis Konawe Sultra (FKA-KS).

Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Konawe, membawa satu pesan kuat: ketidakberesan proyek infrastruktur harus diusut tuntas!

Example 300x500

Tak sekadar orasi biasa, aksi ini adalah bentuk kekecewaan yang membara terhadap kinerja lembaga yang seharusnya mengawal pembangunan daerah.

Dinas PUPR Kabupaten Konawe jadi sorotan utama. Proyek revitalisasi lanjutan tahap III, yang menelan dana Rp5 miliar dari APBD Konawe, menjadi pusat perhatian.

Bukan tanpa alasan, dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek yang melibatkan CV. ALTAZZA DWI KONSTRUKSI menjadi bahan bakar protes ini.

Ketua FKA-KS, Tasman, S.Pd., tak ragu menyampaikan keresahannya. Dalam pernyataan tegasnya, ia menuding adanya indikasi kuat tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut.

“Anggaran miliaran rupiah itu realisasinya jauh dari batas kewajaran. Kami menduga ada permainan terselubung yang menguntungkan pihak tertentu,” seru Tasman.

Salah satu titik proyek yang menjadi sorotan adalah kawasan food court di jalan Inolobunggadue Center Park (ICP).

FKA-KS mengendus ada “hubungan mesra terselubung” antara kontraktor proyek dan oknum Kejaksaan Negeri Konawe yang menjadi pendamping proyek tersebut.

Bagi mereka, hasil kerja yang jauh dari kata layak menimbulkan tanda tanya besar: ke mana larinya anggaran Rp5 miliar itu?

Tak hanya sekadar bicara, aksi ini juga menghadirkan orator tajam Isran Pagala yang suaranya dikenal bak sabetan silet.

Dengan nada lantang, ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Polres maupun Kejaksaan Negeri Konawe, untuk membentuk Tim Khusus dalam mengusut dugaan korupsi ini.

“Dinas PUPR dan pemenang tender diduga bermain cantik secara sistemik dan terencana, demi keuntungan pribadi maupun kelompok!” serunya tanpa tedeng aling-aling.

Bersambung…