
Seakan ingin mengecoh petugas, namun justru kian mencurigakan.
“Berdasarkan pengakuan HAA, barang tersebut memang dikirim oleh WR, yang hingga saat ini masih dalam pengejaran,” ujar AKBP Gani Alamsyah.
Barang bukti yang disita selanjutnya akan diuji di laboratorium forensik sebelum dimusnahkan setelah kasus dinyatakan P21 atau lengkap oleh kejaksaan.

Atas perbuatannya, HAA kini berhadapan dengan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana 5 hingga 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 1 miliar.
Jalur laut yang selama ini menjadi favorit para mafia sabu rupanya tak seaman yang mereka bayangkan.
Seperti jaring ikan yang akhirnya menangkap predatornya sendiri, kali ini aparat yang lebih sigap menangkap mereka sebelum racun putih itu sempat menyebar luas. (*)
Tinggalkan Balasan