Example 650x100

MALAM itu, langit Madinah tampak begitu cerah. Bintang-bintang bersinar dengan indahnya, seolah menyambut datangnya bulan yang penuh berkah. Di rumah sederhana Nabi Muhammad SAW, suasana begitu khidmat. Para sahabat berkumpul, menanti kabar dari Rasulullah tentang awal bulan Ramadan.

Bilal bin Rabah, muazin kesayangan Nabi, datang tergesa-gesa dari luar rumah. “Wahai Rasulullah, hilal telah tampak di ufuk barat,” katanya dengan penuh kebahagiaan. Nabi Muhammad SAW tersenyum, matanya berbinar penuh rasa syukur. “Allahu Akbar! Bulan yang penuh rahmat telah tiba,” ucap beliau dengan penuh kegembiraan.

Beliau kemudian mengumpulkan para sahabat di masjid untuk menyampaikan kabar gembira itu. Dengan suara yang lembut namun penuh wibawa, Rasulullah bersabda, “Wahai kaum Muslimin, telah datang kepada kalian bulan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan kalian berpuasa di bulan ini. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

Example 300x500

Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa, karena bulan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Nabi Muhammad SAW kemudian mengajarkan doa menyambut Ramadan kepada mereka:

‘Allahumma ballighna Ramadan.’
(Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.)

Keesokan harinya, sebelum fajar menyingsing, Nabi Muhammad SAW bangun lebih awal untuk melaksanakan sahur. Dengan penuh kelembutan, beliau membangunkan keluarganya dan mengajak mereka untuk bersantap. “Bersahurlah, karena dalam sahur ada keberkahan,” ujar beliau sambil tersenyum.

Para sahabat yang mengikuti sunnah beliau pun merasakan kebersamaan yang hangat dalam ibadah ini. Setelah sahur, mereka melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu menghabiskan waktu dengan berdzikir dan membaca Al-Qur’an. Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat kepada para sahabat agar menjalani puasa dengan penuh kesabaran dan ketakwaan.

“Janganlah kalian berkata kasar atau bertengkar saat berpuasa. Jika seseorang mengajak kalian bertengkar, katakanlah, ‘Aku sedang berpuasa’.”

Hari pertama puasa pun dimulai. Meskipun terik matahari begitu menyengat, para sahabat tetap menjalankan ibadah dengan penuh semangat. Nabi Muhammad SAW memberikan contoh dengan tetap tersenyum, berbuat baik, dan menolong orang-orang yang membutuhkan.

Saat matahari mulai condong ke barat, kaum Muslimin menanti saat berbuka dengan penuh syukur. Ketika adzan Maghrib berkumandang, Rasulullah mengambil beberapa butir kurma dan segelas air. Dengan penuh nikmat, beliau berbuka seraya mengucapkan doa:

‘Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.’
(Haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.)

Malam itu, Madinah kembali bercahaya dengan shalat Tarawih yang dipimpin oleh Rasulullah. Cahaya keimanan memancar dari wajah-wajah para sahabat yang beribadah dengan penuh kekhusyukan. Ramadan telah datang, dan mereka siap menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan harapan akan ampunan dari Allah SWT.

Begitulah, setiap kali bulan Ramadan tiba, Nabi Muhammad SAW menyambutnya dengan suka cita, penuh rasa syukur, dan semangat untuk beribadah lebih banyak. Kisah ini menjadi teladan bagi umat Islam dalam menyambut bulan suci dengan hati yang bersih, penuh kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk merasakan keberkahan Ramadan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Aamiin.(*)