
Sidrap, Katasulsel.com – Sidrap makin dilirik. Kali ini, Direktur Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) sekaligus Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, turun langsung ke Bumi Nene Mallomo.
Pada Senin, (17/3), ia datang membawa agenda besar: menjadikan Sidrap sebagai pusat produksi benih unggul.
Bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Yusran Jusuf dan Prof. Abdul Haris Bahrun, rombongan disambut Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif. Hadir pula jajaran Dinas Pertanian, penyuluh, dan pihak terkait.

Tak sekadar silaturahmi, kunjungan ini membawa pesan strategis. Sidrap dinilai potensial untuk mengembangkan Indeks Pertanaman 3 kali setahun (IP3) dengan kombinasi pola tanam cerdas dan varietas unggul berumur di bawah 100 hari.
“Kalau bisa produksi benih sendiri, kenapa harus beli dari luar?” tantang Prof. Fadjry. Ia menekankan bahwa Sulawesi Selatan butuh benih untuk 660 ribu hektare sawah. Jika Sidrap mampu menyuplai, perputaran uang di daerah bisa lebih kencang.
Tak main-main, BSIP Kementan siap menyediakan benih induk agar Sulsel mandiri. Bahkan, ada 315 varietas unggul baru yang siap diuji coba. Sidrap bisa jadi yang pertama!
Bupati Syaharuddin menyambut tantangan ini dengan tangan terbuka. Ia menargetkan ekspansi lahan produktif dari 13 ribu menjadi 18 ribu hektare.
“Kami gas! Ini kesempatan besar buat Sidrap jadi raja benih di Indonesia Timur,” tegasnya.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Sidrap kini di persimpangan jalan: tetap jadi pemain biasa atau naik level menjadi kiblat benih unggul? Waktu yang akan menjawab.(*)