Kendari, Katasulsel.com — Suasana di depan Kantor Inspektur Tambang Sulawesi Tenggara, di Kendari, kembali gaduh.
Mahasiswa dari Jaringan Demokrasi Rakyat Sulawesi Tenggara (Jangkar Sultra), turun ke jalan lagi, Rabu, 26 Maret 2025.
Ini sudah jilid ketiga. Mereka menuntut tegas agar izin PT. Kasmar Tiar Raya (KTR) dicabut. Alasannya? Dugaan memfasilitasi bongkar muat ore nikel ilegal.
Malik Botom, sang Jenderal Lapangan, tegas menyampaikan bahwa sidak oleh Mabes Polri telah menemukan barang bukti mencurigakan.
[related berdasarkan="tag" jumlah="3" judul="Baca Juga:" mulaipos="0"]Ada kapal tongkang, alat berat, sampai dump truk yang kini terpolice line. “Sejak Mabes Polri turun, bukti-bukti sudah diamankan,” katanya lugas.
Di sisi lain, pihak Inspektur Tambang terlihat gamang. Kamrulah, perwakilan mereka, hanya bisa berjanji akan berkoordinasi dengan pimpinan pusat.
“Kami belum bisa ambil langkah sebelum ada instruksi dari atas,” ucapnya datar.
Tapi ini bukan cerita baru. PT. KTR disebut-sebut sudah lama bermain api. Sejak 2020, mereka diduga menjual ore nikel di luar kuota RKAB.
Malik bahkan mencurigai adanya dokumen terbang yang digunakan untuk memuluskan praktik ini. “Ini bukan sekadar dugaan, tapi indikasinya jelas,” tegasnya.
Aksi mahasiswa tak berhenti di sini. Mereka juga mendatangi DPRD Sultra. Tujuannya? Mendesak digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Namun, Alfian dari Komisi 3 DPRD Sultra memberi kabar bahwa RDP baru mungkin dilakukan setelah Lebaran.
“Anggota lagi di lapangan, nanti kita bahas habis Lebaran,” katanya santai.
Tak puas, massa bergerak ke Kejati Sultra. Malik menduga ada oknum aparat yang membekingi PT. KTR. Dia meminta Kejati ikut bertindak tegas.
Namun, Dody dari Kejati memilih menunggu hasil penyelidikan Polda Sultra sebelum mengambil langkah hukum.
Meski penuh drama, Malik tetap berkomitmen melanjutkan perjuangan ini. Dia menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Setelah Lebaran, kami akan kembali turun aksi untuk menekan penegakan hukum di Bumi Anoa,” tutupnya dengan nada penuh tekad.
Sama seperti ore nikel yang terus diperebutkan, perjuangan mahasiswa ini tampaknya masih akan panjang dan berliku.(*)
Tinggalkan Balasan